:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314308/original/076241700_1785742858-efb7ddca-7d30-4f2e-8a8c-ca604aa2752c.jpg)
Fimela.com, Jakarta - Cara menyimpan spons yang benar sering kali dianggap sepele, padahal kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh terhadap kebersihan dapur dan kesehatan seluruh anggota keluarga. Spons cuci piring yang terus-menerus berada dalam kondisi lembap akan menjadi tempat ideal bagi bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya berkembang biak sehingga menimbulkan bau tidak sedap serta meningkatkan risiko kontaminasi pada peralatan makan.
Selain rutin membersihkan spons, cara menyimpan spons setelah digunakan juga tidak boleh diabaikan. Penyimpanan yang tepat membantu spons lebih cepat kering, mengurangi kelembapan, sekaligus memperpanjang masa pakainya. Dengan menerapkan beberapa langkah sederhana berikut, spons cuci piring dapat tetap higienis, awet, dan nyaman digunakan setiap hari.
1. Peras Spons hingga Benar-Benar Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492356/original/075353900_1770171234-e52b65bd-db70-4db7-baea-b3aecb3a2445.png)
Setelah selesai mencuci piring, jangan langsung meletakkan spons begitu saja dalam keadaan basah. Air yang tertinggal di dalam pori-pori spons akan membuat kelembapan bertahan lebih lama sehingga menjadi lingkungan yang sangat disukai oleh bakteri penyebab bau tidak sedap.
Cara menyimpan spons yang benar selalu dimulai dengan memerasnya hingga air benar-benar keluar. Tekan spons beberapa kali dari berbagai sisi agar air yang terjebak di bagian tengah ikut keluar, karena bagian inilah yang paling sulit mengering apabila hanya diperas sekali.
Kebiasaan sederhana ini memang hanya membutuhkan waktu beberapa detik, tetapi manfaatnya sangat besar. Spons menjadi lebih cepat kering, tidak mudah berlendir, serta lebih nyaman digunakan kembali ketika akan mencuci peralatan dapur berikutnya.
2. Simpan di Tempat yang Memiliki Sirkulasi Udara Baik
Banyak orang masih menyimpan spons di sudut wastafel yang lembap atau di dalam wadah tertutup tanpa ventilasi. Padahal kondisi tersebut membuat air sulit menguap sehingga spons tetap basah sepanjang hari.
Sebaiknya letakkan spons pada rak khusus yang memiliki banyak lubang drainase atau gantungan sehingga udara dapat mengalir dari berbagai sisi. Semakin baik sirkulasi udara di sekitar spons, semakin cepat pula proses pengeringannya berlangsung secara alami.
Cara menyimpan spons di tempat terbuka juga membantu mengurangi pertumbuhan jamur dan bakteri. Selain membuat spons lebih higienis, kebiasaan ini turut menjaga area dapur tetap bersih dan bebas dari aroma tidak sedap yang berasal dari spons.
3. Jangan Biarkan Spons Terendam Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312388/original/050627500_1785489655-wadah_spons_botol_3.jpeg)
Spons yang dibiarkan mengambang atau terendam di dasar wastafel akan terus menyerap air sehingga kelembapannya tidak pernah berkurang. Akibatnya, bau tidak sedap biasanya muncul hanya dalam waktu satu hingga dua hari meskipun spons masih terlihat bersih.
Selain menyebabkan bau, spons yang selalu terendam juga lebih cepat rusak karena struktur busanya menjadi rapuh. Kondisi ini membuat spons mudah robek ketika digunakan untuk membersihkan peralatan dapur yang berminyak atau memiliki permukaan kasar.
Oleh karena itu, setelah selesai digunakan segera angkat spons dari wastafel dan simpan di tempat yang kering. Langkah sederhana ini mampu menjaga kualitas spons lebih lama sekaligus mengurangi risiko berkembangnya bakteri penyebab bau.
4. Bersihkan Spons Secara Berkala
Membersihkan spons secara rutin sama pentingnya dengan menyimpannya di tempat yang tepat. Meskipun setiap hari terkena sabun cuci piring, spons tetap menyimpan minyak, sisa makanan, dan berbagai mikroorganisme yang tidak dapat hilang hanya dengan dibilas menggunakan air biasa.
Cara menyimpan spons akan memberikan hasil maksimal apabila disertai kebiasaan membersihkan spons setiap dua hingga tiga hari sekali. Dengan begitu, jumlah bakteri yang menempel dapat ditekan sehingga spons tetap segar dan tidak cepat mengeluarkan aroma kurang sedap.
Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membersihkan spons antara lain:
- Rendam spons dalam air panas selama sekitar lima menit.
- Gunakan campuran air hangat dan cuka putih selama 15–30 menit.
- Cuci spons menggunakan sabun, kemudian bilas hingga benar-benar bersih.
- Peras spons sampai tidak ada lagi air yang tersisa sebelum disimpan.
5. Pisahkan Spons Berdasarkan Fungsinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492374/original/002999600_1770171823-Gemini_Generated_Image_3yjkih3yjkih3yjk.png)
Menggunakan satu spons untuk semua kebutuhan mencuci sering kali menjadi penyebab spons cepat kotor dan berbau. Minyak dari wajan, sisa makanan, hingga kotoran pada wastafel akan bercampur menjadi satu sehingga spons lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Agar lebih higienis, sebaiknya sediakan beberapa spons dengan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan. Cara ini juga membantu memperpanjang umur spons karena beban penggunaannya menjadi lebih ringan.
Pembagian fungsi spons dapat dilakukan seperti berikut.
- Spons khusus mencuci piring, gelas, dan sendok.
- Spons khusus membersihkan panci dan wajan berminyak.
- Spons khusus membersihkan wastafel dapur.
- Spons khusus membersihkan talenan atau perlengkapan memasak tertentu.
Dengan menerapkan pembagian tersebut, cara menyimpan spons menjadi lebih efektif karena setiap spons hanya terpapar jenis kotoran tertentu sehingga lebih mudah dibersihkan dan tidak cepat berbau.
6. Buang Sisa Makanan dari Spons
Sisa nasi, sayuran, atau remah makanan sering kali tersangkut di sela-sela spons tanpa disadari. Apabila dibiarkan, sisa makanan tersebut akan membusuk dan menjadi sumber utama munculnya bau tidak sedap di dapur.
Karena itu, biasakan membilas spons di bawah air mengalir sambil diremas beberapa kali hingga tidak ada lagi sisa makanan yang tertinggal. Langkah sederhana ini sangat membantu menjaga kebersihan spons setiap selesai digunakan.
Cara menyimpan spons setelah memastikan tidak ada lagi kotoran yang menempel akan membuat spons tetap segar lebih lama. Selain mengurangi bau, spons juga terasa lebih bersih ketika digunakan kembali untuk mencuci peralatan makan.
7. Gunakan Rak Spons yang Cepat Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492373/original/064701400_1770171822-Gemini_Generated_Image_rkxktxrkxktxrkxk.png)
Rak spons memiliki fungsi yang jauh lebih penting daripada sekadar tempat meletakkan spons. Rak dengan desain terbuka memungkinkan air menetes langsung ke bawah sehingga spons tidak terus-menerus berada dalam kondisi lembap.
Pilihlah rak berbahan plastik berkualitas atau stainless steel yang tahan terhadap air dan mudah dibersihkan. Hindari rak dengan bagian dasar yang menampung genangan air karena justru membuat spons kembali basah setelah disimpan.
Dengan menggunakan rak yang tepat, cara menyimpan spons menjadi jauh lebih efektif karena proses pengeringan berlangsung lebih cepat. Spons pun tidak mudah berlendir dan tampil lebih bersih setiap kali digunakan.
8. Jangan Menumpuk Spons dengan Lap Basah
Lap dapur yang masih basah juga menyimpan kelembapan tinggi seperti spons. Jika keduanya ditumpuk dalam satu tempat, proses pengeringan akan menjadi lebih lambat sehingga risiko munculnya bau semakin besar.
Sebaiknya spons dan lap dapur disimpan secara terpisah agar masing-masing mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Apabila memungkinkan, jemur lap dapur setelah digunakan sehingga area penyimpanan tetap kering.
Cara menyimpan spons secara terpisah dari lap basah terbukti membantu mengurangi pertumbuhan bakteri serta menjaga kebersihan seluruh perlengkapan dapur dalam jangka panjang.
9. Jemur Sesekali di Bawah Sinar Matahari
Paparan sinar matahari membantu mengurangi kelembapan yang tersisa di dalam spons sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau. Tidak perlu menjemur terlalu lama, cukup sekitar satu hingga dua jam ketika cuaca sedang cerah.
Pastikan spons sudah diperas terlebih dahulu sebelum dijemur agar proses pengeringannya berlangsung lebih cepat. Setelah kering, simpan kembali di rak yang memiliki sirkulasi udara baik sehingga spons tidak kembali lembap.
Cara menyimpan spons yang dikombinasikan dengan penjemuran secara berkala akan membuat spons terasa lebih segar, tidak mudah berlendir, dan memiliki masa pakai yang lebih panjang dibandingkan spons yang selalu berada di tempat lembap.
10. Ganti Spons Secara Rutin
Seiring waktu, spons akan mengalami penurunan kualitas meskipun sudah dirawat dengan baik. Struktur busanya mulai rusak, kemampuan membersihkan berkurang, dan bakteri yang menumpuk akan semakin sulit dihilangkan secara menyeluruh.
Karena itu, jangan menunggu spons benar-benar rusak sebelum menggantinya. Mengganti spons secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan dapur sekaligus mencegah kontaminasi pada peralatan makan yang digunakan setiap hari.
Tanda-tanda spons sudah harus diganti antara lain sebagai berikut.
- Mengeluarkan bau menyengat meski sudah dibersihkan.
- Permukaan mulai sobek atau hancur.
- Warna berubah menjadi kusam atau kehitaman.
- Spons terasa berlendir saat disentuh.
- Usia pemakaian telah mencapai sekitar dua hingga empat minggu.
Pertanyaan Seputar Cara Menyimpan Spons
1. Berapa lama spons cuci piring sebaiknya diganti?
Idealnya setiap 2–4 minggu atau lebih cepat jika sudah berbau, sobek, atau berlendir.
2. Apakah spons boleh dijemur di bawah sinar matahari?
Ya. Menjemur selama 1–2 jam dapat membantu mengurangi kelembapan dan menghambat pertumbuhan bakteri.
3. Mengapa spons cepat berbau?
Karena spons menyimpan sisa makanan, minyak, dan kelembapan yang menjadi tempat berkembangnya bakteri.
4. Apakah spons harus disimpan di wadah tertutup?
Tidak. Spons sebaiknya disimpan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik agar cepat kering.
5. Bagaimana cara membersihkan spons cuci piring?
Rendam menggunakan air panas atau campuran air dan cuka, lalu bilas hingga bersih dan peras sampai kering.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.
InfoCara Menyimpan Rice Cooker agar Meja Dapur Tetap Lega, Penataan yang Cocok untuk Dapur Minimalis
Cara menyimpan rice cooker agar meja dapur tetap lega dengan tips praktis supaya dapur rapi, aman, dan nyaman.
Info8 Model Shower Minimalis yang Bikin Kamar Mandi Terlihat Modern dan Rapi
Temukan berbagai model shower minimalis yang stylish dan fungsional, cocok untuk kamar mandi modern. Pelajari keuntungan, jenis, dan tips memilihnya agar sesuai kebutuhan.
Info12 Benda yang Tanpa Sadar Membuat Dapur Terlihat Berantakan, Singkirkan Sekarang
Dapur sudah dibersihkan tapi masih terlihat berantakan? Bisa jadi 12 benda ini penyebabnya. Simak daftar lengkap dan cara mengatasinya agar dapur kembali rapi dan nyaman.
InfoKebiasaan yang Membuat Lemari Dapur Cepat Lembap, Segera Hindari
Kebiasaan yang membuat lemari dapur cepat lembap, picu jamur, bau apek, dan kerusakan pada kabinet.
Info8 Model Kamar Mandi dengan Batu Alam, Kombinasi Material untuk Ruangan Lebih Estetik
Inspirasi model kamar mandi dengan batu alam yang estetik, alami, nyaman, dan cocok untuk berbagai gaya rumah.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307254/original/022095500_1784969994-06aa0000-b3f7-4980-96d2-f01a8e96b4fe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310145/original/056237800_1785307767-watermarked_img_14786732038454840954.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314415/original/001830400_1785746265-Gemini_Generated_Image_pt70wxpt70wxpt70.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314392/original/051560900_1785745326-b9e40f05-a19e-4f02-90dc-66a8136e080b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314157/original/035615100_1785735482-47eab14c-6069-4406-8a16-cbc8716798fdHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310145/original/056237800_1785307767-watermarked_img_14786732038454840954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314415/original/001830400_1785746265-Gemini_Generated_Image_pt70wxpt70wxpt70.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314392/original/051560900_1785745326-b9e40f05-a19e-4f02-90dc-66a8136e080b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314157/original/035615100_1785735482-47eab14c-6069-4406-8a16-cbc8716798fdHL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313949/original/016152900_1785727029-cover_kamar_mandi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313868/original/071987700_1785718575-052e30de-da96-4426-9599-2f7c13b71eae.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313561/original/042036300_1785654128-1946908668533797092.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313457/original/046671400_1785646447-73b75e31-dc69-4ef0-bfb4-715532653633.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312768/original/044256200_1785556947-Tanaman_hias_yang_tidak_mudah_layu_meski_dekat_area_memasak_dan_bikin_Bunda_tidak_setress_saat_di_dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312751/original/026154100_1785556629-eb8e7e04-243b-42ef-8a4b-2a29a71a2759.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312760/original/014986600_1785556822-HL_dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312125/original/096845200_1785481439-Screenshot_2026-07-31_140156.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312250/original/007962400_1785484795-sudut_healing_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312198/original/021329200_1785482973-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311923/original/043481700_1785468710-Dapur_Minimalis_Letter_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311907/original/062854300_1785467373-pexels-rdne-8292834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537955/original/006271800_1774494900-unnamed_-_2026-03-26T101346.218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311831/original/002316300_1785464913-f91cf252-ffc4-4c0b-8349-19684f37a83f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311862/original/070093900_1785466458-Warna_backsplash_yang_cocok_untuk_dapur_Scandinavian_hadirkan_suasana_baru_saat_memasak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311824/original/089401600_1785464053-hl.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)



