Konsumen Masih Percaya AMDK Galon Guna Ulang Ber-SNI dan Berizin BPOM

3 hours ago 3

JAKARTA – Kepercayaan masyarakat terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang bermerek masih cukup kuat. Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam memastikan keamanan produk yang digunakan sebagai kemasan pangan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Ika Mariani Ratna Devi, mengatakan keberadaan SNI dan izin BPOM menunjukkan bahwa produk telah memenuhi sejumlah persyaratan serta melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, konsumen juga perlu memahami perbedaan antara galon guna ulang yang diproduksi perusahaan bermerek dengan wadah yang digunakan pada depot air minum isi ulang (DAMIU).

“Galon yang diproduksi pabrik dan memiliki merek tentu berbeda dengan wadah yang digunakan untuk pengisian air di depot. Proses pengawasan dan standar yang diterapkan juga tidak sama,” ujar Ika.

Perbincangan mengenai keamanan galon guna ulang kembali menjadi perhatian publik, salah satunya terkait penggunaan Bisphenol A (BPA) dalam material polikarbonat (PC). Namun, sejumlah konsumen mengaku tetap menggunakan AMDK galon guna ulang bermerek karena mempertimbangkan adanya standar dan pengawasan dari pihak berwenang.

Novi Agrina, salah seorang konsumen, mengaku telah menggunakan AMDK galon guna ulang bermerek selama bertahun-tahun. Ia mengatakan tidak memiliki kekhawatiran berarti selama produk yang digunakan memiliki merek jelas serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Selama ini saya menggunakan galon bermerek dan tidak mengalami masalah. Saya juga melihat adanya logo SNI dan izin BPOM sebagai salah satu pertimbangan sebelum membeli,” kata Novi.

Pendapat serupa disampaikan Bambang Samedhi. Karyawan swasta tersebut mengaku tetap memilih AMDK galon guna ulang bermerek karena mempertimbangkan aspek legalitas dan standar produk.

Bagi Bambang, keberadaan sertifikasi SNI dan izin edar BPOM memberikan rasa lebih tenang karena produk telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum dipasarkan.

Konsumen lain, Sahar dan Imel, juga mengaku telah menggunakan galon guna ulang bermerek dalam waktu lama. Keduanya menilai merek dan informasi mengenai standar produk menjadi faktor penting saat memilih AMDK.

Imel mengatakan, produk dari perusahaan yang sudah dikenal membuat dirinya merasa lebih yakin karena terdapat proses pengawasan terhadap produk yang beredar.

Sementara itu, Sahar menilai keberadaan produsen dan merek yang jelas juga memberikan kepastian bagi konsumen apabila di kemudian hari muncul persoalan terkait produk yang digunakan.

Hal serupa disampaikan Fakhri, konsumen asal Surabaya. Ia mengaku tidak merasa khawatir menggunakan galon guna ulang bermerek karena terdapat informasi produsen serta proses pengawasan terhadap produk.

“Kalau produknya bermerek dan jelas, saya lebih percaya karena ada proses pemeriksaan. Berbeda dengan wadah yang digunakan untuk pengisian ulang secara tidak jelas,” ujarnya.

Bagi sebagian konsumen, SNI dan izin edar BPOM menjadi indikator penting ketika memilih AMDK galon guna ulang. Mereka menilai informasi tersebut dapat membantu memastikan produk yang dibeli telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum beredar di masyarakat. (*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |