Satu Data, Cegah Bantuan Ganda

5 hours ago 7

RADARSUKABUMI.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Satu Data Jawa Barat (SADA Jabar). Platform tersebut, dinilai dapat memperkuat integrasi data sekaligus mempermudah pemerintah daerah menentukan program yang tepat sasaran.

Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi, Fery Munggaran mengatakan, SADA Jabar menjadi langkah penting dalam menyatukan berbagai data yang selama ini dikelola oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). “Kami di Kota Sukabumi sangat mendukung. Selama ini OPD sering berjalan sendiri-sendiri. Dengan SADA Jabar, data pendidikan, kesehatan, kemiskinan, ketenagakerjaan sampai data disabilitas bisa dilihat terpadu dalam satu dashboard,” kata Fery kepada Radar Sukabumi, Senin (14/9).

Menurutnya, integrasi tersebut akan membantu pemerintah daerah melihat kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh. Data yang terhubung juga dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan warga. “Ini akan sangat membantu kami mencegah tumpang tindih program dan memastikan bantuan sampai ke sasaran yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Fery menilai, sejumlah fitur yang tersedia dalam SADA Jabar juga relevan untuk memperkuat tata kelola data hingga tingkat kewilayahan. Di antaranya Multi-Level User, Surat Penugasan Digital, serta Verifikasi Validasi dua tingkat. “Alurnya jelas, dari pengusulan sampai persetujuan. Datanya jadi lebih tertib dan akuntabel,” tambahnya.

Sementara itu, Statistisi Ahli Muda Kota Sukabumi, Zulkarnain menjelaskan, SADA Jabar dibangun dengan prinsip 5F, yakni Faster, Cheaper, Easier, Better dan Safer. Pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan. Penggunaan satu aplikasi juga dinilai lebih efisien dalam pengelolaan sistem, sementara tampilannya dirancang agar mudah diakses melalui telepon seluler. Dari sisi keamanan, SADA Jabar telah mengantongi sertifikat ISO 27001:2022 serta lulus TSA BSSN.

“Keunggulan lainnya ada pada rekomendasi berbasis AI. Sistem bisa otomatis memberikan usulan intervensi berdasarkan empat indikator dan data keluarga. Ini akan sangat membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis bukti,” jelas Zulkarnain.

Ia menambahkan, keberadaan SADA Jabar tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan penyajian data. Lebih jauh, platform tersebut dapat menjadi instrumen untuk memperkuat koordinasi antarsektor dalam merancang kebijakan pembangunan. “Dengan integrasi data sektoral, kewilayahan dan sosial ekonomi, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih cepat mengidentifikasi persoalan masyarakat, menentukan program, memantau pelaksanaannya hingga mengevaluasi hasil intervensi,” pungkasnya. (bam)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |