3 Siswa Al Bayan Sukabumi Lolos Final OSN Nasional 2026

4 hours ago 5
 Tiga siswa Albayan, Cibadak, Kabupaten Sukabumi siap berlaga di OSN Nasional 2026 mewakili Jawa Barat.(dok/ist)

SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Tiga siswa sekolah tersebut berhasil lolos ke final Olimpiade Sains Nasional (OSN) Nasional 2026 dan siap bersaing dengan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketiga siswa Al Bayan yang melaju ke tingkat nasional tersebut yakni Mochamad Ghana Azizi pada bidang Fisika, Gibran Davi Ahmad pada bidang Kimia, dan Hanif Arsyad Athaya Arsi pada bidang Matematika.

Mereka akan membawa nama Jawa Barat dalam ajang OSN Nasional 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, 15–20 September 2026.

Salah satu perjuangan menarik datang dari Mochamad Ghana Azizi. Perjalanan siswa Al Bayan itu menuju panggung nasional tidak didapat dengan mudah. Ia bahkan pernah gagal saat mengikuti seleksi OSN tingkat provinsi.

Namun, kegagalan tersebut justru menjadi pemicu bagi Ghana untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuannya. Dua tahun lebih menjalani persiapan akhirnya mengantarkan dirinya menembus OSN Nasional 2026.

“Berawal dari kelas X. Tapi, waktu kelas X mencoba fisika, gagal di tingkat provinsi. Terus sekarang, alhamdulillah bisa sampai nasional. Jadi, persiapannya sudah sekitar dua tahun lebih,” ujar Ghana saat ditemui di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Menariknya, fisika bukanlah bidang yang sejak awal menjadi pilihan Ghana. Ketika duduk di kelas X, ia justru lebih dahulu menekuni matematika.

Setelah melihat persaingan di bidang matematika yang cukup berat, Ghana kemudian mencoba peruntungan di bidang fisika. Pilihan yang awalnya hanya coba-coba itu justru berkembang menjadi keseriusan.

“Sebenarnya kecemplung, sih. Sebelumnya saya mengambil matematika dari kelas X. Ternyata, matematika lawannya, waduh sulit. Jadi nyemplung, mencoba ke fisika, keterusan,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Ghana mulai serius mendalami berbagai materi fisika. Ia mengikuti pembinaan secara intensif sekaligus memperbanyak latihan untuk menghadapi soal-soal olimpiade yang memiliki tingkat kesulitan berbeda dengan pembelajaran di kelas.

Perjalanan tersebut dilakukan secara bertahap. Selain memperoleh pembinaan dari sekolah, Ghana juga mengikuti sejumlah bimbingan belajar untuk memperkuat pemahaman terhadap materi fisika.

Kegagalan pada seleksi tingkat provinsi menjadi pengalaman penting bagi Ghana. Alih-alih berhenti, ia menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Hasilnya, kerja keras selama lebih dari dua tahun terbayar. Ghana berhasil melewati rangkaian seleksi dan akhirnya mendapat kesempatan mewakili Jawa Barat pada OSN Nasional 2026

Kini, Ghana tidak ingin sekadar hadir di ajang nasional. Ia membawa target tinggi saat berhadapan dengan para peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

Siswa SMAS Pesantren Unggul Al Bayan itu berharap perjuangannya selama ini dapat berbuah prestasi tertinggi di bidang Fisika.“Tentu pasti dapat yang terbaik. Kalau bisa, absolute winner, gold medal,” tuturnya.

Bersama Gibran Davi Ahmad dan Hanif Arsyad Athaya Arsi, Ghana menjadi bagian dari tiga siswa SMAS Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi yang berhasil mengukir prestasi hingga tingkat nasional.

Keberhasilan ketiganya sekaligus menjadi bukti bahwa siswa dari Kabupaten Sukabumi mampu bersaing di panggung OSN Nasional 2026 dan membawa nama Jawa Barat dalam kompetisi sains bergengsi tersebut. (*/wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |