SUKABUMI – Wajah Nusa Putra University semakin beragam. Sebanyak 2.522 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya melalui Masa Bimbingan Mahasiswa (MABIM) 2026. Mereka datang dari 30 provinsi di Indonesia dan 45 negara di dunia.
Keberagaman tersebut menjadi salah satu warna paling mencolok dalam MABIM Nusa Putra University 2026. Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia berbaur dengan mahasiswa internasional dari Asia, Afrika, Timur Tengah hingga Eropa dalam satu lingkungan akademik.
MABIM 2026 mengusung tema “Reviving the Light of Nusa Putra: The Journey of Every Explorer Becoming a Guardian of Legacy.” Kegiatan berlangsung pada 14, 15 dan 16 September 2026 di Lapangan Nusa Putra University. Rangkaian MABIM kemudian akan ditutup melalui kegiatan puncak pada 19 September 2026 di Bumi Mandiri Center, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Sebaran mahasiswa baru tahun ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan Nusa Putra University. Dari Indonesia, mahasiswa baru berasal dari Aceh hingga Papua.
Mereka datang dari berbagai wilayah, mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua.
Sementara itu, mahasiswa internasional berasal dari 45 negara. Di antaranya Afghanistan, Nigeria, Pakistan, Sudan, Yaman, Bangladesh, Sri Lanka, India, Somalia, Mesir, Ghana, Myanmar, Ethiopia, Palestina, Arab Saudi, Suriah, Zimbabwe, Rwanda, Nepal, Thailand, Qatar, Timor-Leste, Yordania, Kenya, Mongolia, Belanda dan Tanzania.
Keberagaman tersebut membuat MABIM Nusa Putra University tidak sekadar menjadi agenda pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.
Lebih dari itu, MABIM menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk membangun pertemanan, bertukar pengalaman serta memperluas jejaring lintas daerah dan lintas negara.
Tingginya keberagaman mahasiswa baru juga berjalan beriringan dengan besarnya minat terhadap Nusa Putra University. Pada Tahun Akademik 2026/2027, tercatat lebih dari 7.095 pendaftar dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.
Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 2.522 calon mahasiswa dinyatakan lulus dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar GENUSIAN, sebutan bagi Generasi Nusa Putra Berlian.
Rektor Nusa Putra University, Kurniawan, mengatakan keberagaman lingkungan kampus menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari dosen dan bidang keilmuan yang dipilih, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar dari orang-orang dengan latar belakang yang berbeda.
“Di sini, Anda tidak hanya akan belajar dari para dosen dan mendapatkan pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi Anda juga akan mendapatkan pengalaman belajar dalam lingkungan yang beragam, bersama mahasiswa dari berbagai daerah, bangsa, bahasa, dan budaya,” ujar Kurniawan.
Menurut Kurniawan, perjumpaan dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat memperluas perspektif. Mahasiswa dapat belajar memahami perbedaan, menghargai orang lain, membangun jejaring sekaligus mengenal dunia yang lebih luas.
“Lingkungan seperti ini adalah kesempatan yang sangat berharga,” lanjutnya.
Semangat keberagaman tersebut sejalan dengan tema MABIM 2026, “Reviving the Light of Nusa Putra.” Dalam tema tersebut, mahasiswa baru ditempatkan sebagai explorer yang memulai perjalanan untuk menemukan potensi diri, memperluas wawasan dan membangun pengalaman selama menjalani kehidupan akademik.
Perjalanan tersebut diharapkan bermuara pada lahirnya “Guardian of Legacy”, yakni generasi yang tidak hanya menerima nilai-nilai positif Nusa Putra, tetapi juga mampu menjaga dan meneruskannya.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus diharapkan tidak berhenti sebagai teori. Mahasiswa didorong untuk menerjemahkannya melalui tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kurniawan berpesan agar mahasiswa baru memanfaatkan masa studi sebaik mungkin untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan.
Ia mendorong mahasiswa tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, keberanian untuk bertindak serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga baik dalam bersikap, berani dalam bertindak, dan nyata dalam memberikan dampak,” pungkasnya. (wdy)









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293547/original/038576300_1783733711-roster_taman_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7746836/original/040565800_1780554499-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336552/original/022857800_1782207398-pexels-minan1398-1441593.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834712/original/073504000_1780655454-AMJ_2.jpeg)