Damkar Sukabumi Turun Tangan, Ular Sanca 4 Meter Bersembunyi di Bawah Jembatan 

4 hours ago 4
Damkar Sukabumi Turun Tangan, Ular Sanca 4 MeterTangkapan layar saat ular sanca dievakuasi petugas Damkar Sukabumi

PALABUHANRATU – Heboh dan bikin geger di media sosial dan perpesanan aplikasi, kemunculan ular sanca berukuran sekitar empat meter membuat warga di sekitar Kampung Gumelar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan hasil penelusuran, kemunculan ular jenis sanca batik tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) kemarin dan ditemukan warga berada di bawah jembatan belakang Pasar Palabuhanratu, tepatnya di sekitar perbatasan Kampung Gumelar.

Khawatir membahayakan warga, keberadaan ular itu kemudian dilaporkan kepada layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi.

Kasi Penyelamatan Damkar Kabupaten Sukabumi, Tatang S, mengatakan laporan diterima operator Damkar Cermat sekitar pukul 10.40 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.10 WIB.

“Warga melihat ular sanca di bawah jembatan, kemudian melaporkannya kepada operator layanan Damkar Cermat,” kata Tatang saat dikonfirmasi. Senin (14/9/2026).

Lebih lanjut, Tatang menegaskan, petugas tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan penanganan. Setelah berjibaku mengevakuasi ular berukuran besar tersebut, petugas akhirnya berhasil mengamankannya sekitar pukul 11.40 WIB.

“Proses evakuasi dilakukan oleh tiga personel, saya selaku Kasi Penyelamatan, Ajang Abdul Kohar, dan Yoga Firmansyah. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, baik dari warga maupun petugas. Kerugian material juga nihil,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Pos Damkar Wilayah 1 Palabuhanratu, Amirudin Haq, membenarkan adanya temuan ular jenis Sanca tersebut yang memang sempat membuat warga heboh dilapangan, hal itu pun masih terlihat saar pihaknya yang langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan warga ke lokasi.

“Begitu menerima laporan adanya ular berukuran besar, personel langsung kami terjunkan untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Menurut Amirudin, ular sanca batik tersebut selanjutnya dibawa ke kantor Damkar untuk mendapatkan penanganan sementara. Rencananya, ular tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang sesuai, yakni kawasan hutan.

Keberhasilan evakuasi ini, tegas Amirudin, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan satwa liar, terutama ular berukuran besar.

“Warga diimbau segera melapor kepada petugas apabila menemukan keberadaan satwa yang berpotensi membahayakan, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan terukur,” tandasnya. (Ndi)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |