Menebak Kepribadian Seseorang dari Isi Galeri HP, Benarkah Bisa Mengungkap Karakter?

5 hours ago 2

Perlu diingat, penjelasan berikut merupakan kecenderungan yang ditemukan dalam penelitian, bukan aturan mutlak. Seseorang tetap bisa memiliki galeri yang beragam tanpa harus memiliki karakter tertentu.

1. Galeri Dipenuhi Foto Teman dan Keluarga

Jika seseorang menyimpan banyak foto bersama pasangan, keluarga, maupun teman, penelitian Kirby menemukan adanya kecenderungan tingkat ekstroversi yang lebih tinggi dibanding mereka yang jarang memiliki foto bersama orang lain.

Orang dengan karakter ekstrovert umumnya menikmati interaksi sosial, senang membangun hubungan, dan lebih sering mengabadikan momen kebersamaan. Foto-foto tersebut menjadi dokumentasi pengalaman sosial yang dianggap penting.

Namun, bukan berarti orang yang jarang memiliki foto bersama otomatis introvert. Bisa saja mereka memang lebih menikmati momen tanpa kamera atau lebih menjaga privasi.

2. Banyak Foto Pemandangan Alam

Isi galeri yang dipenuhi foto gunung, pantai, taman, langit, atau panorama alam ternyata memiliki hubungan dengan dimensi openness to experience atau keterbukaan terhadap pengalaman baru. Penelitian menemukan bahwa peserta yang memiliki foto lanskap cenderung memperoleh skor openness lebih tinggi.

Orang dengan tingkat openness tinggi biasanya memiliki rasa ingin tahu besar, senang mengeksplorasi tempat baru, menyukai seni, budaya, maupun pengalaman yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.

Karena itu, mereka sering mengabadikan perjalanan atau pemandangan yang dianggap menarik secara visual maupun emosional.

3. Galeri Berisi Banyak Foto Karya Seni

Selain lanskap, foto karya seni juga berkaitan dengan tingkat keterbukaan terhadap pengalaman. Dalam penelitian Kirby, peserta yang menyimpan foto karya seni menunjukkan skor openness yang lebih tinggi dibanding peserta lainnya.

Hal ini dapat menggambarkan ketertarikan terhadap kreativitas, estetika, desain, museum, arsitektur, maupun bentuk ekspresi artistik lainnya.

Meski demikian, temuan tersebut hanya menunjukkan hubungan statistik, bukan hubungan sebab-akibat.

4. Banyak Foto Makanan

Sebagian orang gemar memotret makanan sebelum disantap. Dalam penelitian tersebut, foto makanan juga ditemukan memiliki hubungan dengan tingkat openness yang relatif lebih tinggi.

Kemungkinan alasannya, individu yang terbuka terhadap pengalaman baru cenderung lebih senang mencoba kuliner baru, mengunjungi tempat makan berbeda, atau mengeksplorasi budaya melalui makanan.

Karena itu, galeri mereka sering berisi dokumentasi pengalaman kuliner.

5. Galeri Penuh Selfie

Selfie sering dikaitkan dengan narsisme dalam berbagai pembahasan di media sosial. Namun, hasil penelitian justru lebih kompleks daripada anggapan tersebut.

Dalam penelitian Kirby, keberadaan selfie saja tidak cukup untuk menunjukkan tingkat narsisme maupun neurotisisme secara signifikan. Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa karakteristik selfie, frekuensi pengeditan, hingga tujuan mengunggah foto jauh lebih penting dibanding sekadar jumlah selfie yang dimiliki.

Dengan kata lain, memiliki banyak selfie bukan berarti seseorang pasti narsis.

Artikel Forbes yang membahas penelitian mengenai penilaian kepribadian dari foto juga menyebutkan bahwa pengamat memang mampu menangkap beberapa karakter seperti ekstroversi secara cukup akurat dari foto spontan. Namun, mereka tidak dapat menilai semua aspek kepribadian hanya dari sebuah foto.

6. Gemar Mengedit Foto Sebelum Disimpan atau Dibagikan

Bukan hanya isi galeri yang menjadi perhatian peneliti, tetapi juga kebiasaan mengedit foto.

Penelitian Kirby menemukan bahwa frekuensi mengedit foto memiliki hubungan positif dengan beberapa karakter tertentu, termasuk neurotisisme dan narsisme. Peneliti menduga kebiasaan tersebut berkaitan dengan upaya mengelola kesan (impression management), yaitu keinginan menampilkan citra terbaik kepada orang lain.Meski demikian, mengedit foto juga bisa dilakukan karena alasan estetika atau kebutuhan pekerjaan sehingga tidak dapat dijadikan dasar penilaian tunggal.

7. Menyimpan Banyak Foto Hewan Peliharaan

Banyak orang menganggap foto hewan peliharaan hanya menunjukkan rasa sayang terhadap anabul. Namun, penelitian Michaela Kirby menemukan adanya hubungan tertentu antara foto hewan peliharaan dengan beberapa karakteristik kepribadian, meski hasilnya tidak selalu sesuai dengan hipotesis awal peneliti. Temuan tersebut menunjukkan bahwa isi galeri dapat mengandung petunjuk mengenai preferensi dan aktivitas seseorang, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi dasar penilaian kepribadian secara menyeluruh.

Seseorang yang sering memotret hewan peliharaannya bisa saja memang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan peliharaan, gemar mengabadikan momen keseharian, atau sekadar merasa hewan tersebut adalah bagian penting dari hidupnya. Oleh karena itu, foto hewan lebih tepat dipandang sebagai cerminan minat pribadi dibanding indikator pasti sifat seseorang.

8. Ribuan Foto yang Tidak Pernah Dihapus

Ada pula orang yang hampir tidak pernah menghapus foto. Galerinya berisi ribuan hingga puluhan ribu gambar, mulai dari tangkapan layar, struk belanja, dokumen, foto perjalanan, hingga gambar yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.

Secara ilmiah, belum ada penelitian yang menyimpulkan bahwa jumlah foto yang sangat banyak secara langsung menunjukkan tipe kepribadian tertentu. Namun, studi LMU Munich menunjukkan bahwa pola penggunaan smartphone secara keseluruhan—termasuk intensitas penggunaan dan kebiasaan digital—dapat membantu memprediksi beberapa dimensi kepribadian ketika dikombinasikan dengan data lain menggunakan analisis machine learning.

Artinya, jumlah foto saja tidak cukup untuk menarik kesimpulan. Peneliti justru melihat kombinasi berbagai perilaku digital agar prediksi menjadi lebih akurat.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |