
SUKABUMI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sukabumi terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang digelar pada Rabu–Kamis, 8–9 Juli 2026, di kampus STIKes Sukabumi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan implementasi kurikulum OBE yang akan mulai diterapkan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Workshop menghadirkan narasumber utama, Dr. Dyna Apriany, S.Kp., M.Kep, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai konsep, penyusunan, hingga implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan kurikulum OBE, sistem penilaian berbasis capaian pembelajaran, serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sesuai standar OBE.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Sukabumi, Roseliana Dewi,S.Kp.,M.H.Kes.,M.Kep.,Ph.D menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan seluruh dosen dalam memahami sekaligus melaksanakan proses pembelajaran berbasis Outcome Based Education.
“Workshop ini diselenggarakan agar seluruh dosen STIKes Sukabumi memiliki pemahaman yang sama dan siap menerapkan kurikulum OBE dalam proses pembelajaran. Hal ini juga merupakan bagian dari penyesuaian terhadap regulasi yang saat ini mengharuskan perguruan tinggi menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education,” ujarnya.
Sebanyak 48 dosen tetap STIKes Sukabumi mengikuti workshop secara intensif. Selain mendapatkan penguatan materi, para peserta juga diarahkan menghasilkan produk nyata berupa draft kurikulum OBE dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Roseliana menjelaskan, penerapan OBE membawa perubahan mendasar dibandingkan kurikulum sebelumnya. Fokus utama pembelajaran kini diarahkan pada pencapaian kompetensi lulusan yang lebih spesifik, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Perbedaan utama kurikulum OBE terletak pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang lebih spesifik dan terarah, disertai sistem penilaian yang transparan sehingga proses belajar mahasiswa dapat diukur secara objektif,” jelasnya.
Menurutnya, melalui pendekatan tersebut mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik karena setiap materi pembelajaran dirancang secara sistematis berdasarkan kompetensi yang harus dicapai. Evaluasi pembelajaran pun dilakukan menggunakan metode dan rubrik penilaian yang telah ditetapkan dalam RPS sehingga hasil belajar menjadi lebih akurat dan terukur.
Tak hanya itu, penyusunan kurikulum juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk praktisi dan pakar di dunia kerja. Dengan demikian, materi yang diberikan selama perkuliahan benar-benar sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan dan perkembangan profesi.
Kompetensi lulusan yang dibangun melalui kurikulum OBE mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh asosiasi pendidikan tinggi masing-masing bidang kesehatan, mulai dari keperawatan, kebidanan, hingga administrasi kesehatan. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi serta siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Workshop selama dua hari tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu institusi. Dokumen kurikulum OBE dan RPS yang dihasilkan nantinya akan menjadi salah satu bukti pendukung dalam proses akreditasi program studi maupun institusi STIKes Sukabumi.
Setelah workshop selesai, STIKes Sukabumi akan melanjutkan proses penyempurnaan kurikulum dan RPS melalui pendampingan intensif bersama narasumber. Pendampingan dilakukan melalui konsultasi berkelanjutan agar implementasi kurikulum dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Roseliana menambahkan, keberhasilan penerapan kurikulum OBE akan diukur dari ketercapaian setiap capaian pembelajaran mata kuliah melalui sistem evaluasi yang tepat. Seluruh koordinator mata kuliah diharapkan mampu mengawal pelaksanaan pembelajaran agar berjalan sesuai RPS berbasis OBE yang telah disusun, sementara seluruh dosen wajib memberikan materi serta melakukan penilaian sesuai metode dan rubrik yang telah ditetapkan.
Melalui implementasi kurikulum Outcome Based Education, STIKes Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mencetak calon perawat dan tenaga kesehatan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta siap mengabdi sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Peningkatan kualitas lulusan diharapkan menjadi kontribusi nyata STIKes Sukabumi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang unggul, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.(adv/wdy)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516123/original/028970700_1772256659-Open_House_Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)

