Syiar Lewat Layar, Cara Unik KPI UM Bandung Taklukkan Era Digital

11 hours ago 7

BANDUNG – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus melakukan langkah berani dalam memperkuat identitas keilmuannya.

Tak sekadar teori, KPI UM Bandung kini memfokuskan diri pada pengembangan sinematografi dakwah berbasis film pendek sebagai keunggulan utamanya.

Keunggulan ini menjadi pembeda utama Prodi KPI UM Bandung dibandingkan program sejenis di perguruan tinggi lain.

Apalagi, di tengah gempuran konten digital yang kian masif, KPI UM Bandung ingin memastikan bahwa pesan-pesan nilai keislaman tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dikemas secara estetis dan profesional.

Terlebih untuk menjawab kebutuhan industri media kreatif dan dakwah digital yang kian berkembang.

Ketua Program Studi KPI UM Bandung Rahmat Alamsyah menjelaskan, bahwa fokus pada produksi film pendek dipilih karena mampu mengintegrasikan seluruh kompetensi utama mahasiswa KPI.

FOTO BERSAMA: Mahasiswa Prodi KPI UM Bandung saat melakukan sesi foto bersama usai melakukan nonton bareng di salah satu bioskop, belum lama ini. FOTO: IST

Dalam satu karya film, mahasiswa dituntut menguasai teknik audio visual, penyusunan alur cerita, penyutradaraan, sinematografi, hingga proses editing secara profesional.

“Keunggulan utama KPI UM Bandung adalah sinematografi dakwah dalam bentuk film pendek. Dalam produksi film itu ada semua unsur kompetensi, mulai dari teknik editing audio dan visual, alur cerita, framing, hingga pengelolaan latar,” ujar Rahmat Alamsyah di kampus UM Bandung pada Kamis (26/2).

Menurutnya, pendekatan pembelajaran tersebut tidak hanya bersifat teoretis, tetapi menekankan pada praktik nyata yang terukur.

Hal ini terbukti dari capaian mahasiswa KPI UM Bandung yang telah mengikuti berbagai lomba film pendek dan berhasil meraih prestasi, termasuk meraih juara pertama di sejumlah kompetisi.

Dalam hal pengembangan kurikulum, Prodi KPI UM Bandung secara konsisten melakukan penyesuaian dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi media.

Review kurikulum dilakukan secara berkala agar materi pembelajaran tetap relevan dengan dinamika dunia komunikasi, penyiaran, dan dakwah kontemporer.

“Kami selalu melakukan review kurikulum sesuai aturan yang berlaku agar selaras dengan kebutuhan industri dan tren media yang terus berkembang. Materi-materi aktual juga disampaikan oleh dosen yang kompeten di bidangnya,” jelas Rahmat.

MEGAH: Gedung kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung nampak megah dengan ornamen modern yang membuat mahasiswanya betah dan nyaman. FOTO : ISTIMEWA

Dia menambahkan, pembelajaran praktik menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa KPI. Berbagai tugas khusus berbasis proyek diberikan untuk mengasah keterampilan teknis dan kreativitas mahasiswa, didukung dengan fasilitas laboratorium yang memadai sebagai ruang eksplorasi dan produksi karya.

Selain itu, Prodi KPI UM Bandung juga memiliki capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang jelas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Terdapat empat profil utama lulusan yang disiapkan, yakni sebagai jurnalis, penyiar, akademisi dakwah, dan daipreneur.

Melalui empat CPL tersebut, lulusan KPI memiliki peluang karier yang sangat luas di berbagai sektor media. Di bidang jurnalistik, lulusan dapat berkarier sebagai wartawan, presenter, editor, penulis artikel, kolumnis, redaktur, hingga desainer tata letak.

Sementara di ranah digital, lulusan dapat menjadi jurnalis media daring, content creator, data jurnalis, serta social media journalist di berbagai platform.

Tidak hanya itu, peluang karier juga terbuka di bidang jurnalistik penyiaran, seperti reporter televisi dan radio, produser program berita, jurnalis video, editor audio visual, hingga podcaster.

Bahkan, lulusan KPI UM Bandung juga dapat mengembangkan karier sebagai fotografer berita, jurnalis investigatif, maupun jurnalis tematik di bidang politik, ekonomi, olahraga, dan lainnya, seiring dengan komitmen prodi dalam menyiapkan lulusan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi.***(*/HMA)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |