CISOLOK – Bencana pergerakan tanah yang melanda wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya menyisakan kerusakan rumah dan keresahan warga, tetapi juga menimbulkan potensi dampak serius terhadap lingkungan.
Karena itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati angkat bicara, menurutnya aspek lingkungan dinilai menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian dalam proses penanganan bencana tersebut.
Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil peran aktif dalam melakukan kajian serta pemantauan dampak lingkungan akibat pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Nunung usai mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman di Aula Utama Pendopo Sukabumi, Kamis (5/3/2026) kemarin.
Dikatakan Nunung, bencana pergerakan tanah tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga berpotensi merusak kondisi lahan serta ekosistem di sekitar lokasi terdampak.
“Oleh karena itu, kajian lingkungan menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” ungkap Nunung dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi, (Jumat 6/3/2026).
“Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran dalam melakukan pemantauan dan kajian terhadap dampak lingkungan akibat pergerakan tanah tersebut,” sambungnya.
Nunung menjelaskan, DLH akan berkoordinasi dengan berbagai perangkat daerah terkait guna melakukan pemantauan kondisi lingkungan di wilayah terdampak, termasuk menilai potensi kerusakan lahan serta dampaknya terhadap ekosistem.
“Kami akan melakukan pemantauan serta kajian lingkungan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak tetap terkendali,” ucapnya.
“Hasil kajian tersebut juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penanganan bencana maupun rencana relokasi warga ke depan,” imbuhnya.
Nunung menambahkan, aspek lingkungan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah penanganan jangka panjang. Terlebih jika nantinya pemerintah harus menyiapkan lokasi relokasi bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Lingkungan harus menjadi pertimbangan utama, agar lokasi relokasi benar-benar aman, layak dihuni, dan tidak berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” tambahnya.
Masih kata Nunung, melalui koordinasi lintas perangkat daerah tersebut, diharapkan penanganan bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung dapat dilakukan secara komprehensif.
“Tidak hanya fokus pada penanganan darurat dan kemanusiaan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan di kawasan terdampak,” katanya.
Sebelumnya diberitakan rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Sukabumi tersebut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pertemuan itu membahas langkah-langkah penanganan bencana secara terpadu, baik untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak pergerakan tanah. (Ndi)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3485581/original/069362400_1623927408-franck-1Z87M8ohPkc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446680/original/044858100_1765938416-superbank_2.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/673735/original/bisnis-online.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408779/original/096219900_1762834524-WhatsApp_Image_2025-11-11_at_09.24.04.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408271/original/013176700_1762768166-Gemini_Generated_Image_c9gfx0c9gfx0c9gf.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417962/original/021931100_1763555316-IMG_0958_1_.jpeg)

