PAPARAN: Anggota Komisi III sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani saat memberikan pernyataan pada kegiatan hearing bersama Disporapar Kota Sukabumi, Selasa (28/4). FOTO: ISTIMEWA
SUKABUMI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi secara tegas mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengkaji ulang rencana penyelenggaraan event, yang dijadwalkan akan kembali digelar di Stadion Suryakencana pada 10 Juli mendatang.
Langkah ini diambil menyusul evaluasi atas kerusakan rumput dan fasilitas stadion pada kegiatan sebelumnya yang sempat viral dan menuai sorotan tajam masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara DPRD Kota Sukabumi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi pada Selasa (28/4/2026).
Anggota Komisi III sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, meminta Disporapar benar-benar menghitung dampak teknis dan finansial sebelum memberikan lampu hijau bagi penyelenggara.
Apalagi dana sewa lapang sudah dibayarkan pihak penyelenggara, sebesar Rp 17 juta untuk satu kali event perharinya.
“Kami meminta Disporapar berhitung betul soal dampaknya. Jangan sampai kita masuk ke lubang yang sama. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kerusakan stadion menjadi sorotan publik dan ini tidak boleh terulang,” tegas Danny usai pertemuan tersebut.
Menurut Danny, pihaknya menyoroti nilai sewa stadion yang saat ini hanya sebesar Rp 17 juta per hari. Ia juga mempertanyakan apakah angka yang masuk ke kas daerah tersebut, sebanding dengan potensi biaya perbaikan yang harus dikeluarkan jika terjadi kerusakan pasca-acara.
“Buat apa uang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika nantinya biaya perbaikan jauh lebih besar? Kalau dianggap berisiko tinggi, lebih baik dikembalikan uangnya dari sekarang, agar penyelenggara bisa mencari lokasi alternatif lain,” tambahnya.
Dani juga menyarankan agar Pemda segera melakukan penyesuaian tarif sewa stadion melalui Peraturan Wali Kota (Perwal).
Menurutnya, tarif saat ini sudah terlalu murah dan tidak mencakup biaya risiko kerusakan yang memadai. Ia pun mendorong agar perbaikan fasilitas publik dilakukan secara mandiri oleh Pemda selaku pemilik lahan, bukan diserahkan kepada pihak penyelenggara agar standar kualitasnya terjaga.
Lebih jauh, DPRD mendorong Pemda Kota Sukabumi untuk lebih serius melakukan investasi pada sektor lapangan olahraga dan fasilitas event melalui APBD. Hal ini dinilai penting agar kota memiliki infrastruktur yang mumpuni tanpa harus mengorbankan stadion utama yang peruntukannya adalah untuk kegiatan olahraga.
Disinggung terkait sisa masalah dari event sebelumnya, Danny menyebut, bahwa saat ini Pemda melalui Disporapar tengah melakukan penghitungan nilai kerugian yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak penyelenggara terdahulu.
“Dinas sedang melakukan penghitungan saat hiring tadi. Kami ingin ke depannya ada klausul ganti rugi yang jelas dan sistem pengamanan fasilitas yang lebih ketat agar aset daerah tetap terjaga,” pungkasnya. (why)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482516/original/097675800_1769226563-IMG_3742.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500165/original/009970600_1770817333-1280x847.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494340/original/092829300_1770285248-0L5A4829.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468470/original/003241900_1767952076-LAURENT_DESIGN.jpg)
