Gagalkan Penyelundupan Narkoba Pegawai Lapas Sukabumi Diganjar Penghargaan

3 hours ago 3
PENGHARGAAN: Rizki M Iqbal Dyaz, pegawai Lapas Kelas IIB Sukabumi, menerima penghargaan atas keberhasilannya menggagalkan penyelundupan sabu.

KETELITIAN dan keberanian seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi berbuah penghargaan.

Rizki M Iqbal Dyaz, pegawai yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu, mendapat piagam penghargaan dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan, sebagai bentuk apresiasi atas integritas dan komitmennya menjaga lapas tetap bersih dari narkoba.

BAMBANG SURYANA, SUKABUMI

Torehan penghargaan ini, bukan tanpa alasan. Rizki menjadi salah satu sosok kunci di balik terbongkarnya upaya penyelundupan sabu dengan modus nekat yang melibatkan pengunjung perempuan.

Aksinya dinilai sebagai bukti nyata bahwa pengawasan ketat dan kewaspadaan petugas masih menjadi benteng utama dalam mencegah peredaran gelap narkoba di dalam lapas.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026, sekitar pukul 10.24 WIB, saat layanan kunjungan tatap muka berlangsung. Rizki bersama petugas lainnya mencurigai adanya interaksi tidak biasa antara warga binaan dan seorang pengunjung wanita.

“Kami melihat ada gerak-gerik yang tidak wajar saat kunjungan berlangsung. Dari situ kami langsung tingkatkan pengawasan dan memantau melalui CCTV untuk memastikan,” kata Rizki M Iqbal Dyaz saat ditemui Radar Sukabumi usai menerima penghargaan, Senin (27/4).

Kecurigaan tersebut, terbukti setelah kunjungan selesai. Petugas melakukan pemeriksaan ulang terhadap warga binaan berinisial SIS (21).

Hasilnya, ditemukan dua bungkus lakban hitam yang dibungkus kondom dan disembunyikan di saku pakaian. Dari hasil pendalaman, diketahui barang tersebut sebelumnya dibawa oleh pengunjung perempuan berinisial AF (20) dengan cara disembunyikan di dalam tubuhnya, tepatnya di bagian vagina. Modus ini dilakukan untuk mengelabui pemeriksaan di pintu masuk lapas.

“Modus seperti ini memang semakin beragam dan cukup nekat. Tapi kami sudah dibekali prosedur dan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Barang tersebut, diduga diserahkan saat kunjungan berlangsung. Namun, kesigapan petugas menggagalkan upaya tersebut sebelum narkotika sempat beredar lebih jauh di dalam lapas.

Sekitar pukul 10.40 WIB, pihak Lapas langsung melakukan pembukaan dan pendokumentasian barang bukti. Dari hasil pemeriksaan, dua bungkus tersebut berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat sekitar 59 gram bruto. Selanjutnya, pihak Lapas berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota.

Tak lama berselang, petugas kepolisian datang untuk melakukan penanganan lebih lanjut serta proses hukum terhadap pihak yang terlibat. Rizki menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan kerja tim yang solid di lingkungan Lapas Kelas IIB Sukabumi.

“Ini bukan kerja saya sendiri. Semua petugas punya peran. Kami saling mengingatkan dan saling mengawasi. Itu yang membuat sistem pengamanan bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan, sebagai petugas pemasyarakatan, integritas adalah hal utama yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, sekecil apa pun kelengahan bisa menjadi celah masuknya barang terlarang. “Kalau lengah sedikit saja, bisa fatal. Makanya kami harus selalu waspada. Prinsip kami sederhana, jalankan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Rizki sendiri mengaku tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan atas tindakannya tersebut. Baginya, apa yang dilakukan adalah bagian dari tanggung jawab sebagai petugas.

“Saya hanya menjalankan tugas. Ini sudah kewajiban kami sebagai petugas untuk memastikan lapas tetap aman dan bersih dari narkoba,” ujarnya singkat.

Momentum penghargaan ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan di luar, tetapi juga di dalam lapas. Peran petugas menjadi sangat vital dalam menjaga lingkungan tetap steril dari peredaran gelap.

Dengan semakin beragamnya modus penyelundupan, Rizki berharap seluruh petugas terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak pernah lengah dalam menjalankan tugas. “Modus bisa berubah-ubah, tapi komitmen kami tidak boleh berubah. Lapas harus tetap bersih,”

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono menambahkan, penghargaan yang diberikan merupakan bentuk motivasi bagi seluruh pegawai agar terus menjaga profesionalisme dan integritas.

“Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari komitmen LABUMI BERSINAR (Lapas Sukabumi Bersih dari Narkoba), serta implementasi program pemberantasan narkoba yang terus digencarkan di lingkungan pemasyarakatan,” pungkasnya. (*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |