Konser Musik Tinggalkan Kerusakan, Suporter Minta Evaluasi Stadion

11 hours ago 11
RUSAK: Kondisi Stadion Surya Kencana, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, usai digunakan konser TerAmbyar Fest.

SUKABUMI — Kondisi Stadion Surya Kencana, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menjadi sorotan usai digunakan sebagai lokasi konser TerAmbyar Fest pada Minggu (19/04/2026) malam. Kerusakan lapangan dan tumpukan sampah memicu kekecewaan berbagai pihak, terutama kalangan suporter sepak bola.

Sekretaris Jenderal Persatuan Suporter Peduli Sepak Bola Sukabumi (Persepsi), Atap Fadhilah, menyayangkan kondisi stadion yang semakin memprihatinkan. “Bagi kami, Stadion Surya Kencana adalah rumah dan urat nadi sepak bola Sukabumi. Sangat miris ketika kondisinya rusak dan tidak bisa digunakan,” ujarnya, Selasa (21/04).

Pantauan di lokasi menunjukkan lapangan berubah menjadi berlumpur akibat hujan dan aktivitas penonton yang memadati area. Sampah berserakan di berbagai sudut stadion, memperburuk kondisi fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat.

Kerusakan ini berdampak langsung pada pembinaan sepak bola. Sejumlah sekolah sepak bola (SSB) yang biasa berlatih di stadion terpaksa menghentikan kegiatan sementara. “Anak-anak jadi tidak bisa latihan. Ini merugikan pembinaan sepak bola di daerah,” kata Atap.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menolak konser musik, namun mengkritisi pengelolaan stadion yang dinilai kurang memperhatikan dampak pasca kegiatan. “Kami tidak anti konser, tapi pengelolaannya harus jelas. Jangan sampai setiap selesai konser, lapangan rusak seperti kubangan,” tegasnya.

Atap juga menagih komitmen pemerintah daerah terkait janji peningkatan kualitas Stadion Surya Kencana menjadi stadion bertaraf nasional. Ia mengingatkan bahwa persoalan ini bukan hal baru, bahkan pernah disuarakan melalui aksi pada 2017.

Selain meminta Dispora lebih selektif dalam memberikan izin penggunaan stadion, ia menyoroti kondisi tribun yang dinilai sudah tidak layak. “Jangan hanya melihat sisi pemasukan, tapi juga dampak jangka panjang terhadap fasilitas,” cetusnya.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung pengelolaan stadion di daerah lain yang lebih profesional sehingga kualitas fasilitas tetap terjaga. Di akhir pernyataannya, Atap mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi.

“Yang terpenting sekarang adalah evaluasi dan perbaikan. Stadion ini aset penting bagi masyarakat, khususnya pecinta sepak bola di Kota Sukabumi,” pungkasnya.(ris/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |