Laskar Fisabilillah Gedor Polres Sukabumi, Tuntut Penangkapan Tersangka Predator Ponpes

8 hours ago 7
Kasus yang melibatkan oknum pimpinan Ponpes ini dinilai terkatung-katung, sementara korban anak di bawah umur masih mengalami trauma mendalam

SUKABUMI – Penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi sorotan. Meski status pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya Ketua Umum Laskar Fisabilillah Sukabumi, Abi Khoil. Ia menilai penanganan kasus tersebut terkesan lamban dan terkatung-katung.

“Abi sudah menghubungi Kasat Reskrim, mau didorong lagi. Kebetulan hari Rabu kita ketemu lagi. Saya ingin mendorong ini agar menjadi atensi, supaya cepat beres. Karena belakangan terlihat penanganannya kurang serius, bahasanya terkatung-katung,” kata Abi Khoil kepada Radar Sukabumi, Senin (06/04).

Abi menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat lambatnya proses hukum terhadap oknum ustadz tersebut. Ia berencana mendatangi langsung Mapolres Sukabumi untuk audiensi dengan Kasat Reskrim guna mendorong percepatan penangkapan.

Menurut Abi, keseriusan polisi sangat dipertaruhkan dalam kasus ini. Apalagi, mengingat korbannya adalah anak di bawah umur yang berjumlah sedikitnya enam orang.

“Harapannya pihak kepolisian harus benar-benar serius. Ini ada korban anak di bawah umur. Takutnya kalau tidak cepat ditangkap, akan ada korban-korban lainnya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keenam santriwati yang menjadi korban saat ini mengalami trauma psikis mendalam. Pendampingan psikologis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta LBH UMMAT dikabarkan sudah mulai berjalan untuk memulihkan kondisi mental para korban.

“Korban ada trauma, kasihan jugalah. Makanya kita ingin kasus ini cepat tuntas,” tambah Abi.

Di sisi lain, Abi Khoil juga menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang dinilai masih minim suara terkait tragedi yang mencoreng dunia pendidikan keagamaan ini. Menurutnya, kejadian ini sangat bertolak belakang dengan visi misi Kabupaten Sukabumi yang religius.

“Seharusnya Pemerintah Kabupaten Sukabumi turun tangan menyikapi masalah ini. Seolah-olah kasus ini dianggap sepele, padahal ini menyangkut tokoh dan masa depan anak-anak,” tandasnya.

Laskar Fisabilillah berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga pelaku berhasil diringkus dan mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Saya tidak main-main, saya langsung minta jadwal waktu (ke polisi) secara langsung, bukan via WhatsApp, agar masalah ini cepat tuntas,” pungkasnya.(den/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |