Sendi Apriadi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, memaparkan progres pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana melalui program Lelang Kebaikan di Kampung Mubarokah, Desa Cikadu
PALABUHANRATU – Upaya percepatan penyediaan hunian bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Melalui skema kolaboratif bertajuk Lelang Kebaikan, pembangunan rumah khusus di Kampung Mubarokah, Desa Cikadu, kini melampaui target awal.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyebutkan bahwa di kawasan tersebut telah disiapkan 86 unit rumah berdasarkan hasil verifikasi penerima manfaat. Pemerintah daerah bahkan mengantisipasi kebutuhan dengan menyiapkan lahan hingga 100 unit rumah. “Untuk tahap awal rencana 20 unit, kemudian tahap kedua 40 unit. Namun, dari hasil Lelang Kebaikan yang terkumpul saat ini sudah mencapai 84 unit rumah. Artinya, tahap satu dan dua sudah terlampaui,” ujar Sendi.
Ia menjelaskan, Lelang Kebaikan merupakan inovasi penanganan pascabencana yang melibatkan partisipasi luas, tidak hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, bencana memang menjadi tanggung jawab negara, tetapi penyelesaiannya dapat dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan dunia usaha.
Berdasarkan data validasi, terdapat sekitar 10 ribu rumah terdampak bencana di Sukabumi sepanjang 2024–2025. Setelah verifikasi bersama BPBD, sebanyak 5.029 rumah masuk kategori penanganan, dengan sekitar 3.000 unit mengalami kerusakan berat hingga kehilangan total. “Intervensi dilakukan bertahap, salah satunya di Kampung Mubarokah. Karena keterbatasan anggaran pemerintah, kita dorong gerakan Niaga Rakyat yang di dalamnya ada program Lelang Kebaikan,” jelasnya.
Program ini mendapat respons luar biasa dari berbagai pihak, khususnya perusahaan yang tergabung dalam forum CSR. Pada tahap awal, kontribusi sektor swasta bahkan mampu menghadirkan sekitar 25 unit rumah di luar bantuan pemerintah. Dukungan juga datang dari Forkopimda, termasuk TNI dan Polri. Salah satu perusahaan besar turut membantu penyediaan material utama seperti semen untuk mempercepat pembangunan. “Ini momentum kolaborasi yang sangat baik. Pemerintah hanya menciptakan ‘ragi’, sementara masyarakat dan dunia usaha ikut mengembangkan,” katanya.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446680/original/044858100_1765938416-superbank_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013597/original/031370100_1651622000-krists-luhaers-AtPWnYNDJnM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450042/original/009205900_1766126284-Slide_2__1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454271/original/095674700_1766555170-santa-1058671_1280.jpg)