SUKABUMI – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui Sisternet mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia melalui peluncuran fitur Aplikasi dan website Sisternet terbaru. Aplikasi ini dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar digital, tetapi juga sebagai ruang aman digital yang inklusif bagi perempuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Sedangkan, website Sisternet dihadirkan kembali dengan tampilan yang informatif dan update. Dalam acara Community Gathering SIS CONNECT, melalui Gerakan #1JutaSisterDigital acara peresmian Aplikasi dan website Sisternet terbaru ini dilaksanakan di Kantor XLSMART, Selasa (10/2).
Hadir dalam acara ini, Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, Kepala Badan Pengembangan SDM KemKomdigi RI, Boni Pudjianto, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA RI, Dra. Desy Andriani, Staf Khusus Menteri KemKomdigi RI, Alfreno Ramadhan, Komunitas Sisternet dan karyawan XLSMART.
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, peluncuran fitur baru Aplikasi Sisternet merupakan wujud komitmen XLSMART dalam memperkuat ruang aman digital bagi perempuan Indonesia. “Kami percaya bahwa akses terhadap literasi dan keterampilan digital harus dibarengi dengan perlindungan yang memadai, agar perempuan dapat berpartisipasi secara aktif, aman, dan berdaya di ekosistem digital nasional,” ujarnya.
Merza menambahkan melalui integrasi fitur DigiHer dan Ruang Aman Sister, Sisternet kini tidak hanya menjadi platform pembelajaran, tetapi juga ekosistem pendukung yang menghubungkan pelatihan, komunitas, dan kanal perlindungan dalam satu aplikasi. XLSMART berharap Sisternet dapat mendorong semakin banyak perempuan Indonesia untuk go digital, berkontribusi pada ekonomi kreatif, serta mendukung pencapaian target talenta digital nasional.
Pada versi terbarunya, Sisternet menghadirkan penguatan fungsi strategis dengan mengintegrasikan berbagai fitur penting. Aplikasi ini kini menjadi pusat pembelajaran, jejaring, sekaligus perlindungan digital bagi perempuan Indonesia agar dapat berpartisipasi secara aman dan produktif di ruang digital. Berbeda dengan versi sebelumnya yang berfokus pada literasi digital dan komunitas perempuan, Sisternet versi terbaru menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif. Penguatan fitur strategis, integrasi layanan nasional, serta positioning sebagai platform digital yang aman dan inklusif menjadi pembeda utama dari versi terdahulu.
Salah satu pembaruan utama adalah integrasi fitur DigiHer, yang terhubung langsung dengan program Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Melalui fitur ini, perempuan dapat mengakses pelatihan keterampilan digital nasional untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, dan peluang ekonomi di era digital.
Kepala BPSDM Kemkomdigi RI, Boni Pudjianto menyampaikan, kolaborasi melalui integrasi Sisternet dan Digitalent Mobile merupakan komitmen Kemkomdigi dan XLSMART untuk memastikan tidak adanya hambatan akses bagi Perempuan Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem digital nasional, mulai dari literasi digital, re-skilling, dan up-skilling, sertifikasi, hingga mencari peluang kerja.
Selain itu, fitur Ruang Aman Sister juga mengintegrasikan fitur SAPA 129, yaitu kanal resmi pelaporan kekerasan berbasis gender online. Kehadiran fitur ini memperkuat peran Sisternet sebagai ruang aman digital, di mana perempuan dapat memperoleh akses bantuan dan perlindungan dengan lebih mudah dan terpercaya.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA RI, Dra. Desy Andriani, menyambut baik inisiatif ini, “Integrasi Lapor SAPA 129 ke Sisternet secara signifikan memperluas jangkauan layanan pengaduan bagi Perempuan melalui satu platform yang sudah banyak digunakan. Ini bukan sekedar penggabungan sistem, melainkan penyatuan ekosistem perlindungan dan pemberdayaan menuju terwujudnya ruang digital yang aman dan positif bagi Perempuan untuk berkreasi tanpa rasa takut.”
Desy menambahkan bahwa berdasarkan SPHPN 2024, tercatat 7,5% perempuan di Indonesia pernah mengalami Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE), dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia muda (15-24 tahun). “Kekerasan kini berpindah ke ruang digital yang sering tidak terlihat. Integrasi ini menjadi terobosan penting untuk membuka peluang bagi semua pihak bergerak bersama mengatasi fenomena ‘gunung es’ kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Indonesia,” tegasnya.
Hingga saat ini, aplikasi Sisternet telah diunduh oleh lebih dari 1,6 juta pengguna. Ke depan, XLSMART menargetkan 2,4 juta perempuan Indonesia go digital hingga akhir 2026, sejalan dengan upaya memperluas akses dan partisipasi perempuan dalam ekosistem digital nasional.
Peluncuran ini dilatarbelakangi oleh masih lebarnya kesenjangan digital gender, dengan gap penggunaan internet mencapai 21 persen, rendahnya partisipasi perempuan dalam literasi digital, serta tingginya angka kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang tercatat sebanyak 1.791 kasus pada tahun 2024. Sisternet hadir sebagai solusi nyata atas tantangan tersebut.
Keunggulan Sisternet dibandingkan platform sejenis terletak pada integrasi langsung dengan program pemerintah, seperti KOMDIGI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Selain itu, ekosistem pembelajaran, komunitas, dan perlindungan yang terintegrasi dalam satu aplikasi menjadikan Sisternet unik dan berdampak luas.
Program Sisternet bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas literasi digital perempuan Indonesia, sekaligus menginspirasi pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengembangan ekonomi dan kreativitas. Melalui ekosistem pembelajaran yang inklusif, Sisternet mendukung agenda nasional pengembangan talenta digital, mendorong partisipasi aktif perempuan dalam gerakan #1JutaSisterDigital, serta memperkuat kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan ruang digital yang aman, berdaya, dan berkelanjutan.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, kementerian terkait, komunitas Sisternet, mitra lembaga masyarakat, serta berbagai tokoh dan partner pendukung. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi publik–swasta dalam menciptakan ruang digital yang aman dan memberdayakan perempuan.
Pelanggan XLSMART dapat berpartisipasi dalam program ini dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi Sisternet sebagai pintu utama akses pemberdayaan digital. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengikuti berbagai pelatihan keterampilan digital melalui fitur DigiHer, bergabung dalam kelas edukasi dan kegiatan literasi digital, serta berpartisipasi dalam festival, kompetisi, dan program berbasis komunitas. Selain itu, pelanggan juga diajak untuk menjadi bagian dari gerakan #1JutaSisterDigital sebagai upaya bersama mendorong lebih banyak perempuan Indonesia untuk berdaya, aman, dan produktif di ruang digital.
Dengan langkah ini, XLSMART berharap dapat berkontribusi pada target nasional 9 juta talenta digital pada 2030 serta mendorong peran aktif perempuan dalam ekonomi dan kreativitas digital.(*/sri)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391590/original/061742600_1761357910-Untitled.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391434/original/025274800_1761317947-shopee_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395126/original/062467400_1761656304-WhatsApp_Image_2025-10-20_at_14.55.45.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446680/original/044858100_1765938416-superbank_2.jpg)