64 Mahasiswa Ners STIKes Sukabumi Jalani Ujikom Bidik Lulusan Kompeten dan Siap Kerja

3 hours ago 7
STIKes Sukabumi Jalani Ujikom Puluhan mahasiswa dari Program Studi Ners STIKes Sukabumi saat mengikuti Uji Kompetensi periode I April 2026 yang di gelar di kampus STIKEs Sukabumi, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026)

SUKABUMI — Sebanyak 64 mahasiswa Program Studi Ners STIKes Sukabumi mengikuti Uji Kompetensi (Ujikom) periode I April 2026. Ujian ini menjadi tolok ukur penting untuk memastikan kesiapan lulusan perawat dalam menghadapi dunia kerja sekaligus menjamin kualitas profesional sesuai standar yang ditetapkan.

Koordinator CBT Centre (KCC), Lia Novianty, menjelaskan bahwa ujikom bertujuan mengukur penguasaan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional mahasiswa.

“Ujikom memastikan lulusan benar-benar kompeten, baik secara kognitif, konatif, maupun prosedural dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien,” ujarnya.

Materi yang diujikan mencakup sembilan bidang keperawatan, yakni Keperawatan Medikal Bedah (KMB), maternitas, anak, jiwa, gawat darurat kritis, komunitas, gerontik, keluarga, serta manajemen keperawatan. Seluruh materi juga memuat aspek legal etik, asuhan keperawatan, hingga pengembangan profesi.

Penentuan kelulusan dilakukan melalui kombinasi nilai akademik dan ujian profesi, dengan komposisi 60 persen dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan 40 persen dari nilai ujikom.

Untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa, kampus telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya pembelajaran sesuai standar mutu kementerian, pengayaan materi dan latihan soal, simulasi ujian (try out) lokal sebanyak enam kali, serta satu kali try out nasional. Selain itu, mahasiswa juga difasilitasi aplikasi latihan soal berbasis daring melalui SINERSI Mobile yang dikembangkan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI).

Pelaksanaan ujikom tahun ini masih menggunakan sistem Computer Based Test (CBT), namun terdapat perubahan dalam pengelolaan sebagai dampak dari Undang-Undang Nomor 17 tentang Kesehatan, di mana penyelenggaraan ujian kini diatur oleh kolegium keperawatan bekerja sama dengan institusi pendidikan.

Meski secara umum mahasiswa dinilai telah siap, Lia mengakui masih ada peserta yang merasa cemas. “Kami terus mengantisipasi dengan memperbanyak latihan dan pengayaan agar kesiapan semakin optimal,” katanya.

Sementara itu, tantangan terbesar dalam pelaksanaan ujikom kali ini terletak pada kesiapan teknis, terutama jaringan dan sistem ujian yang menggunakan aplikasi baru dari kolegium keperawatan.

Melalui ujikom ini, kampus berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.

“Kami menargetkan tingkat kelulusan tinggi, mahasiswa memenuhi standar nasional maupun internasional, serta lulusan diakui kualitasnya oleh masyarakat dan industri,” pungkas Lia.(wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |