Fashion Show Domba Kurban, Tradisi Kreatif Ponpes Dzikir Al Fath

6 hours ago 4
Salah satu peserta Fashion Show Domba Kurban di Ponpes Dzikir Al Fath Sukabumi tampil dengan kostum unik hasil kreasi santri. Salah satu peserta Fashion Show Domba Kurban di Ponpes Dzikir Al Fath Sukabumi tampil dengan kostum unik hasil kreasi santri.

SUKABUMI — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Sukabumi kembali menghadirkan tradisi unik yang menjadi daya tarik tersendiri.

Enam ekor domba kurban tampil layaknya model di atas arena, lengkap dengan kostum dan aksesoris buatan santri dalam kegiatan Festival Qurban Idul Adha yang rutin digelar setiap tahun.Sehari sebelum penyembelihan, domba-domba kurban dihias sesuai tema yang telah disiapkan masing-masing kelompok santri.

Tahun ini, tema yang diangkat beragam, mulai dari perjalanan santri hingga kisah budaya Sunda dalam peringatan Milangkala Tatar Sunda.Para santri dari tingkat PAUD hingga SLTA ikut ambil bagian.

Mereka tidak hanya menyiapkan kostum untuk domba, tetapi juga merancang konsep pertunjukan dan alur cerita yang dipadukan dengan penampilan kabaret. Amira Faiza Azmi, santri kelas 11 MA, menuturkan kelompoknya menampilkan konsep bertema warisan budaya Ponpes Dzikir Al Fath.

“Dombanya kami gambarkan sebagai prajurit kereta kencana yang membawa mahkota Binokasih. Persiapannya lumayan menantang karena harus menyiapkan pernak-pernik dan menyusun alur cerita,” ujarnya.

Menariknya, sebagian besar atribut yang digunakan berasal dari barang bekas yang didaur ulang, mulai dari triplek hingga bahan dekorasi lain yang dimanfaatkan kembali menjadi properti pertunjukan.Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH Muhammad Fajar Laksana, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan menjelang Idul Adha, melainkan media pembelajaran.

“Selain ada fashion show domba, para santri juga dilatih membuat cerita dan menampilkannya lewat kabaret. Ini bagian dari kreativitas sekaligus pembelajaran tentang bagaimana memuliakan hewan sebelum dikurbankan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam Islam hewan kurban harus diperlakukan dengan baik, dirawat, dan dibersihkan sebelum proses penyembelihan. Nilai itu ditanamkan kepada santri sejak dini. Di sisi lain, festival ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat semangat berkurban dan berbagi kepada sesama.

“Idul Adha bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga ada nilai sosial di dalamnya. Lewat kurban kita belajar berbagi, membantu sesama, dan menjaga syariat Islam bersama-sama,” tandasnya.(ris/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |