Badai Pasti Berlalu, Bukti Kreativitas dan Literasi Siswa MTsN Kota Sukabumi

3 hours ago 4
Pelajar MTsN Kota Sukabumi berfoto bersama usai menerima sertifikat penulis dan buku antologi cerpen “Badai Pasti Berlalu

SUKABUMI –MTsN Kota Sukabumi meluncurkan buku antologi cerpen berjudul “Badai Pasti Berlalu” karya siswa kelas digital dan kelas unggulan. Launching dan bedah buku yang digelar di Aula MTsN Kota Sukabumi, Senin (25/5), berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai bukti nyata kreativitas serta kemampuan literasi siswa madrasah.Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Samsul Puad, mengaku bangga atas lahirnya karya tulis tersebut. Menurutnya, buku itu menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi kreatif dan inovatif.

“Ini adalah buku antologi cerpen curhatan dari anak-anak siswa-siswi baik di keluarganya, kehidupannya, maupun di madrasahnya yang diterbitkan oleh penerbit Nyalanesia,” ujarnya.

Samsul berharap karya ini menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan, khususnya madrasah di Kota Sukabumi.

Ia menekankan bahwa karya literasi siswa tingkat SMP sederajat masih jarang ditemukan, sehingga pencapaian MTsN Kota Sukabumi patut diapresiasi.Sementara itu, Kepala MTsN Kota Sukabumi, Ernawati, mengaku bangga dan terharu melihat pencapaian siswanya.

“Launching dan bedah buku bukan sekadar penerbitan sebuah karya, tetapi bukti nyata bahwa anak-anak kita mampu berkarya, berpikir kreatif, dan menuangkan gagasan menjadi sesuatu yang bernilai dan menginspirasi,” katanya.

Ernawati menambahkan, di tengah derasnya arus teknologi, para siswa mampu menunjukkan diri sebagai pencipta karya, bukan sekadar pengguna teknologi. Ke depan, ia berharap program literasi dapat diikuti seluruh siswa MTsN, tidak hanya kelas unggulan.

“Teruslah menulis, teruslah bermimpi, dan jangan pernah takut mencoba. Setiap tulisan adalah jejak pemikiran, dan setiap karya adalah langkah menuju masa depan yang gemilang,” pesannya.

Guru pembimbing sekaligus wali kelas 8A, Kinang Dramaga Harahap, menjelaskan tema “Badai Pasti Berlalu” dipilih untuk menggali potensi menulis siswa melalui pengalaman hidup yang pernah mereka alami. Proses penyusunan buku memakan waktu hampir satu tahun, mulai dari penggalian ide hingga penulisan.

“Kesannya sungguh campur aduk, di balik keceriaan seorang anak ternyata mereka menyimpan badainya masing-masing. Sejauh ini mereka berhasil melaluinya dan menuangkannya menjadi sebuah karya abadi,” tuturnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal lahirnya penulis muda berbakat dari MTsN Kota Sukabumi, sekaligus memperkuat tradisi literasi di kalangan generasi madrasah.(wdy/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |