7 Barang yang Bikin Rumah Terlihat Berantakan, Sebaiknya Segera Disingkirkan

5 hours ago 7

Fimela.com, Jakarta - Rumah yang bersih belum tentu terlihat rapi. Banyak orang rutin menyapu, mengepel, dan membersihkan debu setiap hari, tetapi tetap merasa huniannya tampak semrawut. Penyebabnya sering kali bukan karena kurang rajin membersihkan, melainkan karena terlalu banyak barang yang menumpuk di tempat-tempat yang mudah terlihat. Barang-barang tersebut menciptakan kesan visual yang penuh sehingga ruangan terasa lebih sempit dan kurang nyaman.

Kondisi ini dapat terjadi di rumah dengan ukuran besar maupun kecil. Bahkan, pada rumah minimalis yang mengutamakan desain sederhana, keberadaan beberapa barang yang tidak tertata sudah cukup untuk menghilangkan kesan bersih dan lapang. Oleh karena itu, selain menjaga kebersihan, penting juga menerapkan kebiasaan decluttering, yaitu menyortir dan mengurangi barang yang sudah tidak diperlukan.

Dengan menyingkirkan barang-barang yang jarang digunakan atau tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas, rumah akan terasa lebih lega dan mudah dirawat. Lantas apa saja barang yang bikin rumah terlihat berantakan dan sebaiknya segera disingkirkan? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (25/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Kardus Bekas yang Menumpuk

Kardus bekas sering kali disimpan dengan alasan akan digunakan kembali untuk pindahan, penyimpanan, atau kebutuhan lainnya. Sayangnya, kebiasaan mengumpulkan terlalu banyak kardus justru membuat sudut rumah terlihat penuh dan tidak terawat. Apalagi jika kardus diletakkan di ruang tamu, gudang terbuka, atau dekat area masuk rumah, tampilannya dapat mengurangi kesan rapi secara keseluruhan.

Selain mengganggu estetika, tumpukan kardus juga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya debu, serangga, hingga kecoa apabila disimpan dalam waktu lama di tempat yang lembap. Kardus yang terkena air atau kelembapan tinggi juga mudah rusak dan mengeluarkan bau apek sehingga memengaruhi kenyamanan ruangan.

Sisakan hanya beberapa kardus yang benar-benar masih dibutuhkan dan memiliki kondisi yang baik. Lipat kardus agar lebih hemat tempat atau segera kirim ke tempat daur ulang jika sudah tidak diperlukan. Dengan begitu, ruang penyimpanan menjadi lebih lega dan rumah terlihat jauh lebih tertata.

2. Dekorasi yang Terlalu Banyak

Dekorasi memang mampu mempercantik interior rumah, tetapi jumlah yang berlebihan justru dapat memberikan efek sebaliknya. Terlalu banyak pajangan di meja, rak, maupun dinding membuat mata sulit menemukan titik fokus sehingga ruangan terasa penuh dan ramai. Kondisi ini sering terjadi ketika setiap sudut rumah diisi dengan berbagai aksesori tanpa mempertimbangkan keseimbangan visual.

Selain membuat rumah tampak sesak, banyaknya dekorasi juga meningkatkan waktu dan tenaga yang dibutuhkan saat membersihkan rumah. Debu lebih mudah menempel pada bingkai foto, patung kecil, vas, maupun aksesori lainnya. Semakin banyak benda yang harus dibersihkan, semakin besar pula kemungkinan ada area yang terlewat.

Cobalah menerapkan prinsip "less is more" dengan memilih beberapa dekorasi yang benar-benar memiliki nilai estetika atau makna personal. Memberikan ruang kosong di antara dekorasi justru akan membuat setiap elemen lebih menonjol dan menciptakan suasana rumah yang elegan serta nyaman dipandang.

3. Kabel Elektronik yang Berserakan

Kabel charger, kabel ekstensi, kabel televisi, hingga kabel internet yang dibiarkan menjuntai atau berserakan di lantai dapat membuat rumah terlihat kurang rapi meskipun furnitur dan lantainya bersih. Kumpulan kabel yang tidak tertata juga menciptakan kesan semrawut karena menarik perhatian secara visual, terutama di ruang keluarga, ruang kerja, atau area hiburan.

Selain mengurangi nilai estetika, kabel yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber masalah keselamatan. Kabel yang melintang di lantai berisiko membuat penghuni tersandung, sedangkan kabel yang kusut lebih mudah mengalami kerusakan akibat tertarik atau tertekuk. Debu juga cenderung menumpuk di sela-sela kabel sehingga area tersebut menjadi lebih sulit dibersihkan.

Gunakan cable organizer, cable clip, atau kotak penyimpanan khusus untuk merapikan kabel-kabel elektronik. Jika memungkinkan, sembunyikan kabel di balik meja atau gunakan pelindung kabel yang menempel di dinding. Langkah sederhana ini akan membuat ruangan terlihat lebih bersih, modern, dan nyaman dipandang.

4. Tumpukan Majalah, Brosur, dan Kertas Lama

Majalah, katalog, brosur promosi, buku petunjuk, hingga dokumen yang sudah tidak diperlukan sering kali menumpuk di meja atau rak tanpa disadari. Lama-kelamaan, tumpukan kertas tersebut membuat rumah terlihat berantakan karena menciptakan kesan penuh dan tidak terorganisir.

Selain memakan ruang, kertas juga mudah menguning, berdebu, dan menjadi tempat persembunyian serangga apabila tidak disimpan dengan baik. Dokumen penting yang bercampur dengan kertas tidak terpakai juga berisiko sulit ditemukan ketika dibutuhkan, sehingga justru menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Luangkan waktu secara berkala untuk memilah dokumen yang masih penting dan yang sudah tidak diperlukan. Arsipkan dokumen penting dalam map atau kotak khusus, sedangkan majalah dan brosur lama dapat didaur ulang. Kebiasaan sederhana ini akan membuat meja dan rak terlihat lebih lega serta memudahkan Anda menjaga kerapian rumah.

5. Peralatan Dapur yang Jarang Digunakan

Blender cadangan, cetakan kue yang hanya dipakai setahun sekali, panci berukuran khusus, atau peralatan dapur yang sudah rusak sering kali tetap memenuhi lemari. Akibatnya, ruang penyimpanan menjadi sesak dan barang yang sering digunakan justru sulit dijangkau.

Peralatan dapur yang menumpuk juga membuat area countertop mudah dipenuhi barang apabila lemari sudah tidak mampu menampung semuanya. Kondisi ini membuat dapur terlihat lebih sempit dan mengurangi kenyamanan saat memasak. Padahal, dapur yang rapi akan membuat aktivitas menyiapkan makanan menjadi lebih efisien.

Evaluasi seluruh perlengkapan dapur setiap beberapa bulan. Simpan hanya peralatan yang benar-benar masih digunakan, sementara barang yang rusak dapat didaur ulang atau dibuang sesuai jenis materialnya. Jika ada alat yang masih layak tetapi jarang dipakai, pertimbangkan untuk menyumbangkannya kepada orang yang membutuhkan.

6. Pakaian atau Sepatu yang Menumpuk di Area Masuk

Area dekat pintu masuk sering menjadi tempat meletakkan jaket, tas, sandal, atau sepatu setelah beraktivitas. Jika dibiarkan menumpuk tanpa tempat penyimpanan yang jelas, area pertama yang dilihat tamu ini akan langsung memberikan kesan rumah yang kurang tertata.

Selain mengganggu tampilan, tumpukan pakaian dan sepatu juga membuat area sirkulasi menjadi lebih sempit. Sepatu yang berserakan dapat mengumpulkan debu dan kotoran dari luar rumah, sedangkan pakaian yang digantung sembarangan membuat ruangan terasa lebih sesak.

Gunakan rak sepatu tertutup, bangku penyimpanan (storage bench), atau gantungan dinding untuk menata barang-barang tersebut. Biasakan setiap anggota keluarga mengembalikan sepatu dan tas ke tempatnya setelah digunakan agar area masuk selalu terlihat bersih dan rapi.

7. Barang Pecah, Rusak, atau Sudah Tidak Berfungsi

Banyak rumah menyimpan barang yang sebenarnya sudah tidak dapat digunakan, seperti vas bunga yang retak, jam dinding mati, kursi yang rusak, mainan patah, hingga peralatan elektronik yang tidak pernah diperbaiki. Barang-barang ini sering dibiarkan menumpuk dengan alasan "nanti diperbaiki", tetapi pada akhirnya hanya memenuhi ruang.

Keberadaan barang rusak tidak hanya mengurangi estetika rumah, tetapi juga menghabiskan ruang penyimpanan yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk barang yang masih berfungsi. Dalam beberapa kasus, barang elektronik yang rusak bahkan dapat menjadi sumber debu atau menimbulkan risiko jika disimpan dalam kondisi tertentu.

Biasakan menerapkan aturan sederhana: jika barang tidak digunakan dalam waktu lama dan tidak ada rencana nyata untuk memperbaikinya atau memakainya kembali, pertimbangkan untuk mendaur ulang, menyumbangkannya jika masih layak, atau membuangnya sesuai prosedur. Dengan mengurangi barang yang tidak lagi memiliki fungsi, rumah akan terasa lebih lapang dan mudah ditata.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Barang yang Bikin Rumah Terlihat Berantakan

1. Mengapa rumah tetap terlihat berantakan meski rutin dibersihkan?

Karena kebersihan dan kerapian adalah dua hal yang berbeda. Rumah bisa saja bebas debu, tetapi jika terlalu banyak barang yang terlihat atau tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas, ruangan tetap akan tampak penuh dan semrawut.

2. Apa itu decluttering?

Decluttering adalah proses menyortir dan mengurangi barang yang sudah tidak dibutuhkan, rusak, atau jarang digunakan. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang lebih rapi, mudah dibersihkan, dan nyaman digunakan.

3. Seberapa sering rumah perlu melakukan decluttering?

Idealnya setiap tiga hingga enam bulan sekali. Namun, area yang cepat penuh seperti dapur, lemari pakaian, atau meja kerja dapat dievaluasi setiap bulan agar barang tidak terus menumpuk.

4. Bagaimana cara menentukan barang yang sebaiknya disingkirkan?

Tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut masih digunakan secara rutin, masih berfungsi dengan baik, dan benar-benar memberikan manfaat. Jika jawabannya tidak, pertimbangkan untuk menyumbangkan, mendaur ulang, atau membuangnya.

5. Apakah rumah kecil lebih mudah terlihat berantakan?

Ya. Pada rumah berukuran kecil, jumlah barang yang berlebihan akan lebih cepat membuat ruangan terasa sempit. Karena itu, memilih furnitur multifungsi dan menerapkan penyimpanan yang terorganisir sangat membantu menjaga kesan lapang.

6. Apa manfaat mengurangi barang yang tidak diperlukan?

Selain membuat rumah terlihat lebih rapi dan luas, mengurangi barang yang tidak diperlukan mempermudah proses membersihkan rumah, menghemat ruang penyimpanan, mempercepat pencarian barang, serta menciptakan suasana hunian yang lebih nyaman dan menenangkan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |