:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309809/original/055259400_1785286911-7e40ab78-10d3-4336-9a4d-5c77a1a3cc9a.jpg)
ringkasan
- Lakukan pembersihan rutin pada tabung, karet pintu, laci deterjen, dan filter mesin cuci.
- Manfaatkan cuka putih dan soda kue sebagai pembersih alami yang efektif untuk mengatasi bau apek dan kotoran.
- Selalu jaga ventilasi mesin cuci dengan membiarkan pintu dan laci deterjen terbuka setelah penggunaan, serta segera keluarkan pakaian setelah dicuci.
Fimela.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau apek pada mesin cuci perlu diketahui agar pakaian yang dicuci tetap bersih dan tidak meninggalkan aroma tidak sedap. Bau apek biasanya muncul karena sisa deterjen, kotoran, jamur, dan kelembapan yang menumpuk di bagian dalam mesin cuci.
Mesin cuci yang digunakan hampir setiap hari tetap membutuhkan perawatan rutin. Tanpa pembersihan berkala, bagian tabung, karet pintu, hingga laci deterjen dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur yang menjadi penyebab utama munculnya bau tidak sedap.
Menurut berbagai panduan perawatan peralatan rumah tangga dari produsen mesin cuci, membersihkan mesin secara rutin serta menjaga bagian dalam tetap kering merupakan langkah penting untuk menjaga performa mesin sekaligus memperpanjang usia pakainya. Dengan perawatan yang tepat, mesin cuci akan tetap higienis dan pakaian pun tetap harum setelah dicuci. Lantas, bagaimana cara yang tepat menghilangkan bau apek pada mesin cuci ini? Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/7), berikut ulasannya.
1. Jalankan Siklus Pencucian Kosong dengan Air Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309812/original/010673500_1785287074-1.jpg)
Salah satu penyebab utama bau apek adalah penumpukan residu deterjen, pelembut pakaian, minyak, dan kotoran yang menempel pada tabung mesin cuci. Lama-kelamaan, endapan tersebut menjadi tempat berkembangnya bakteri serta jamur sehingga memunculkan aroma tidak sedap.
Untuk membersihkannya, jalankan mesin cuci tanpa pakaian menggunakan air panas jika fitur tersebut tersedia. Air panas membantu melarutkan sisa deterjen dan kotoran yang menempel pada bagian dalam tabung sehingga mesin menjadi lebih bersih.
2. Bersihkan Tabung Mesin Menggunakan Cuka Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309813/original/015803400_1785287074-2.jpg)
Cuka putih dikenal sebagai bahan pembersih alami yang mampu membantu mengurangi bau serta melarutkan kerak ringan di dalam mesin cuci. Selain itu, sifat asamnya membantu membersihkan bagian dalam tabung yang sulit dijangkau.
Tuangkan sekitar dua gelas cuka putih ke dalam tabung mesin, kemudian jalankan siklus pencucian tanpa pakaian. Setelah selesai, buka pintu mesin agar bagian dalam cepat mengering sebelum digunakan kembali.
3. Gunakan Baking Soda untuk Membantu Menetralisir Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309814/original/022333900_1785287074-3.jpg)
Selain cuka, baking soda juga menjadi bahan rumahan yang sering dimanfaatkan untuk menghilangkan bau. Bahan ini mampu membantu menetralisir aroma tidak sedap sekaligus mengangkat sisa kotoran ringan.
Masukkan sekitar setengah cangkir baking soda ke dalam tabung mesin cuci, lalu jalankan satu siklus pencucian kosong. Kombinasi penggunaan baking soda secara berkala dapat membantu menjaga kesegaran bagian dalam mesin.
4. Bersihkan Karet Pintu Mesin Cuci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309815/original/029724600_1785287074-4.jpg)
Pada mesin cuci bukaan depan, karet pintu merupakan area yang paling sering menyimpan air, sisa sabun, rambut, dan kotoran. Jika tidak dibersihkan, bagian ini mudah ditumbuhi jamur hitam yang menjadi penyebab bau apek.
Gunakan kain lembut yang dibasahi air hangat atau larutan cuka untuk mengelap seluruh lipatan karet. Jangan lupa membersihkan bagian tersembunyi karena biasanya di sanalah kotoran paling banyak menumpuk.
5. Cuci Laci Deterjen Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309816/original/035584800_1785287074-5.jpg)
Laci deterjen sering kali luput dari perhatian. Padahal, sisa deterjen cair maupun bubuk yang mengendap dapat mengeras dan menjadi tempat tumbuh jamur.
Lepaskan laci deterjen sesuai petunjuk mesin cuci, kemudian rendam menggunakan air hangat. Sikat seluruh bagian hingga bersih sebelum dipasang kembali agar aliran deterjen tetap lancar dan tidak menimbulkan bau.
6. Bersihkan Filter Mesin Cuci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309817/original/041372500_1785287074-6.jpg)
Filter berfungsi menyaring benang, rambut, serat kain, hingga benda-benda kecil yang ikut terbawa saat proses pencucian. Jika terlalu lama tidak dibersihkan, filter dapat mengeluarkan bau yang cukup menyengat.
Periksa buku petunjuk mesin cuci untuk mengetahui letak filter. Bersihkan secara hati-hati menggunakan air mengalir dan sikat halus sebelum memasangnya kembali agar kinerjanya tetap optimal.
7. Biarkan Pintu Mesin Cuci Tetap Terbuka Setelah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6995885/original/051442700_1779765793-Biasakan_Membuka_Pintu_Mesin_Setelah_Mencuci.jpeg)
Kelembapan merupakan kondisi yang sangat disukai jamur dan bakteri. Menutup pintu mesin segera setelah selesai mencuci dapat membuat udara terjebak sehingga bagian dalam tetap lembap.
Biasakan membiarkan pintu mesin cuci terbuka selama beberapa jam setelah digunakan. Cara sederhana ini membantu sirkulasi udara sehingga tabung cepat kering dan risiko munculnya bau apek dapat dikurangi.
8. Hindari Menggunakan Deterjen Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6995889/original/024672200_1779765805-Tambahkan_Washing_Soda_untuk_Membersihkan_Kerak.jpeg)
Menggunakan deterjen dalam jumlah lebih banyak tidak selalu membuat pakaian lebih bersih. Justru, kelebihan deterjen dapat meninggalkan residu yang menempel pada tabung dan saluran mesin cuci.
Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan produsen. Selain membantu menjaga kebersihan mesin, cara ini juga membuat proses pembilasan lebih efektif sehingga pakaian tetap bersih tanpa meninggalkan bau.
Tips agar Mesin Cuci Tetap Harum dan Bebas Bau Apek
Selain membersihkan mesin secara berkala, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga mesin cuci tetap segar. Misalnya, segera mengeluarkan pakaian setelah proses pencucian selesai agar kelembapan di dalam tabung tidak bertahan terlalu lama.
Membersihkan bagian luar mesin, selang pembuangan, serta menjalankan siklus pembersihan setidaknya satu kali setiap bulan juga menjadi langkah penting. Dengan perawatan rutin, risiko munculnya bau apek dapat diminimalkan sekaligus membantu menjaga performa mesin cuci dalam jangka panjang.
Tanya & Jawab Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Mesin Cuci
1. Apa penyebab mesin cuci bau apek? Bau apek umumnya disebabkan oleh penumpukan sisa deterjen, kelembapan, jamur, bakteri, dan kotoran di dalam mesin.
2. Seberapa sering mesin cuci perlu dibersihkan? Idealnya tabung mesin dibersihkan sekitar satu kali setiap bulan atau lebih sering jika intensitas pemakaian tinggi.
3. Apakah cuka aman digunakan untuk membersihkan mesin cuci? Ya, cuka putih umumnya aman digunakan dalam jumlah wajar sebagai pembersih alami, tetapi tetap ikuti petunjuk produsen mesin.
4. Mengapa pintu mesin cuci sebaiknya tidak langsung ditutup? Membiarkan pintu terbuka membantu mengurangi kelembapan sehingga jamur dan bakteri lebih sulit berkembang.
5. Apakah terlalu banyak deterjen bisa menyebabkan bau apek? Bisa. Residu deterjen yang tertinggal di dalam mesin dapat menjadi tempat tumbuh bakteri dan jamur yang memicu bau tidak sedap.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310055/original/069293800_1785303679-Screenshot_2026-07-29_123657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309977/original/037995800_1785300557-Screenshot_2026-07-29_114729.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304479/original/013557800_1784716557-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5127163/original/004810500_1739159098-Phereoeca_uterella__Kamitetep__Spotted_in_My_Bedroom__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309862/original/016994700_1785291941-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309343/original/092430100_1785225492-bdede159-c308-4886-a908-9b9b6a7538b0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4572725/original/071346700_1694518479-pexels-cottonbro-studio-4108984.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309479/original/086422600_1785229457-Gemini_Generated_Image_awpms1awpms1awpm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309458/original/076603000_1785228746-741dc59a-0c4c-49d2-b9eb-5248ea1de3cb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3508128/original/009551500_1626075077-thisisengineering-raeng-TXxiFuQLBKQ-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309017/original/011197300_1785215326-Model_dapur_terbuka_di_belakang_rumah_kampung_yang_estetik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575166/original/012550900_1778039676-semi_outdoor_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308994/original/081183600_1785213912-Dapur_Terbuka_dengan_Kebun_Sayur_Mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259304/original/063802200_1781495543-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308877/original/083389600_1785207607-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298861/original/060667900_1784184814-cat_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308292/original/047084100_1785135190-954fa401-c725-4c66-9d8a-3a86c2b422ae.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8405806/original/074765200_1782288615-ello-AEU9UZstCfs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308062/original/058338700_1785127399-Sudut_healing_di_rumah_tanpa_renovasi_dan_biaya_mahal_yang_hasilnya_cozy_nyaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308137/original/061848200_1785130054-6.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)
