Ahmad Yani Jadi Pusat Kuliner Malam, Kebersihan Jadi Prioritas

5 hours ago 6
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat meninjau kebersihan kawasan Jalan Ahmad Yani

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat penataan kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat dan destinasi kuliner malam. Melalui kegiatan monitoring kebersihan yang dilakukan akhir pekan, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengajak pedagang dan pengunjung menjaga kebersihan lingkungan.

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Diskumindag, Dishub, serta jajaran Satpol PP. Fokus kegiatan berada di kawasan trotoar Jalan Ahmad Yani yang setiap Sabtu dan Minggu menjadi pusat keramaian masyarakat.

Menurut Bobby, monitoring dilakukan saat akhir pekan karena volume pengunjung dan aktivitas perdagangan meningkat signifikan.

“Setelah dilakukan penyisiran, para pedagang rata-rata sudah mengikuti SOP. Mereka sudah menyediakan tempat sampah dan melakukan pemilahan. Ini langkah baik yang harus dipertahankan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (5/8).

Bobby menegaskan, kebersihan kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pedagang, tetapi juga seluruh masyarakat. Pemkot mengajak semua pihak menerapkan prinsip carry in, carry out, yakni setiap orang bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.Selain kebersihan, Bobby juga menekankan penataan pedagang kaki lima.

Pedagang diarahkan tetap berjualan di area pedestrian tanpa menggunakan badan jalan, sementara kendaraan tidak diperbolehkan parkir di sisi kiri ruas Jalan Ahmad Yani. Penataan diperkuat dengan pemasangan water barrier di sejumlah titik.

“Tujuannya agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pengguna jalan maupun pejalan kaki. Kami ingin masyarakat menikmati suasana kuliner malam di Ahmad Yani dengan tertib, aman, dan bersih,” jelasnya.

Dalam dialog bersama pedagang, Bobby mengajak mereka melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumber. Sampah bernilai ekonomi diharapkan dapat dimanfaatkan melalui bank sampah, sementara sampah organik dikurangi agar tidak seluruhnya berakhir di TPA Cikundul.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot akan menempatkan gerobak sampah berbahan fiber beserta tempat sampah organik, anorganik, dan residu di sejumlah gang sepanjang Jalan Ahmad Yani. Gerobak tersebut nantinya diangkut secara berkala menggunakan armada truk sampah.

“Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan. Dengan kebersamaan, kawasan Ahmad Yani dapat menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Sukabumi BERCAHAYA,” pungkas Bobby.(ris/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |