Kerusakan jalan provinsi di Tanjakan JB Pasir Salam, Sukabumi, memaksa warga dan komunitas sopir logistik turun tangan melakukan perbaikan darurat. Pemerintah dinilai abai, sementara warga berjuang demi keselamatan pengguna jalan.
SUKABUMI – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sukabumi menuju Sagaranten, tepatnya di Tanjakan Jalan Baru (JB) Pasir Salam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, kini berubah menjadi jalur horor bagi para pengendara.
Kerusakan yang dibiarkan menahun memaksa warga turun tangan melakukan perbaikan mandiri demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
Aspal yang mengelupas, lubang-lubang dalam di badan jalan, serta minimnya penerangan menciptakan kombinasi maut bagi pengguna jalan. Truk bermuatan berat kerap kehilangan traksi, tergelincir, bahkan mogok di tengah tanjakan yang menikung tajam.
Kondisi ini membuat warga Kampung Buni Ayu bersama komunitas sopir logistik, seperti DLSC (Driver Lintas Sukabumi Comunitas) dan KDTPS (Komunitas Driver Truk Pakidulan Sukabumi), berinisiatif melakukan perbaikan darurat. Dengan peralatan seadanya, mereka menambal lubang-lubang kritis agar kendaraan berat bisa melintas lebih aman.
M. Soleh Hudin (24), warga Kampung Buni Ayu sekaligus Wakil Direktur Kajian Strategis dan Advokasi Nasional (Kastradnas) BEM PTNU Se-Nusantara, mengungkapkan bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian warga sekaligus sindiran keras bagi instansi terkait yang terkesan tutup mata.
Ia menegaskan, perbaikan swadaya sepanjang 8 hingga 10 meter ini dilakukan karena kondisi jalan sangat membahayakan, terutama pada malam hari ketika ruas tersebut gelap gulita.
“Lubang-lubang ini adalah jebakan maut bagi pengendara roda dua, sementara bagi truk bermuatan berat tanjakan panjang ini menjadi medan yang menyulitkan,” ujarnya.
Soleh menambahkan, dampak kerusakan sudah nyata dengan banyaknya kendaraan tergelincir dan mogok. Menurutnya, jika warga tidak bergerak, frekuensi kecelakaan akan semakin tinggi.
Ia juga menyoroti bahwa advokasi sudah berulang kali dilakukan oleh mahasiswa melalui BEM PTNU Se-Nusantara kepada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat. Namun, respon yang diterima dinilai hanya sebatas formalitas tanpa tindakan nyata.
Warga dan mahasiswa kini menuntut langkah konkret dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Mereka mendesak agar perbaikan permanen segera dilakukan sebelum musim penghujan memperparah kondisi jalan yang menjadi urat nadi ekonomi warga Sukabumi Selatan.
“Akses jalan yang layak adalah hak dasar masyarakat yang dijamin undang-undang, bukan sekadar janji saat kampanye,” pungkas Soleh.(den/d)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013597/original/031370100_1651622000-krists-luhaers-AtPWnYNDJnM-unsplash_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454271/original/095674700_1766555170-santa-1058671_1280.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)





