Diikuti 150 Siswa Jabar, Pancawaluya Angkatan VIII Cilandak Ditutup: Harapan Baru untuk Mereka

7 hours ago 3
PancawaluyaPENUTUPAN: Sebanyak 150 siswa asal Jabar ikuti kegiatan Pancawaluya di Cilandak, Jakarta Selatan. (foto: Ist/HO-Disdik Jabar)

JAKARTA – Kegiatan Pendidikan Karakter Pancawaluya Angkatan VIII, tahun 2026 telah selesai dilaksanakan yang ditandai dengan gelar apel/acara penutupan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Setda Jawa Barat (Jabar) Asep Sukmana.

Penutupan digelar di Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2026) lalu. Dan, sebanyak 150 siswa Jawa Barat, telah menyelesaikan kegiatan Pancawaluya Angkatan VIII tersebut.

Dalam pidatonya, Asda II Asep Sukmana mengingatkan bahwa di era globalisasi yang dinamis, kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi kekuatan moral.

“Kecerdasan tanpa moral hanya akan melahirkan keserakahan. Kekuatan tanpa akhlak hanya akan menimbulkan kehancuran,” kata Asep, dikutip laman Disdik Jabar, Rabu (3/6/2026).

“Melalui Pancawaluya, kita membangun generasi, yang bukan hanya cerdas otaknya tetapi juga lembut hatinya, kuat jiwanya, dan teguh imannya,” imbuhnya,

Saat ini, kata Asep, Jawa Barat sedang bergerak menuju masa depan baru berlandaskan teknologi, budaya, dan karakter. Untuk itu, berharap bahwa Pancawaluya tidak sekadar menjadi program seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan moral dan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat, tegasnya.

Investasi Moral dan Spiritual

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Iis Rostiasih mengatakan program Pancawaluya ini merupakan investasi moral dan spiritual untuk masa depan Jawa Barat.

Sebab, lanjutnya kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya (SDM). “Kita ingin menumbuhkan generasi Jawa Barat yang berkarakter unggul, berdaya saing tinggi, memiliki kepedulian sosial yang kuat,” ungkapnya.

Apresiasi Orangtua Siswa

Program semi-militer ini pun menuai respons positif dari para orang tua murid. Adiki Ganesa, salah satu orang tua siswa asal Kabupaten Bandung, ia mengaku bangga atas perubahan yang terjadi pada anaknya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Disdik Jabar atas program inovatif tersebut. “Kegiatan ini luar biasa dan bagus sekali dalam membangun karakter anak-anak muda agar bisa mandiri,” ungkapnya.

“Hatur nuhun (terima kasih-red) atas program yang sangat inovatif ini. Kami berharap program ini terus berlanjut,” ucapnya menambahkan

Manfaat langsung juga dirasakan oleh para peserta (siswa). Salah satu lulusan Angkatan VIII, Rafaal Faik mengakui kedisiplinan selama masa pendidikan telah mengubah perilaku negatifnya, dan menjadi lebih positif.

“Saya sangat bangga bisa ikut program ini. Pancawaluya berhasil mengubah sifat saya yang dulu agak bangor (nakal) dan kurang disiplin, di sini ditempa dan bisa berubah menjadi lebih baik. Terima kasih banyak untuk program pendidikan karakter rasa militer ini,” ungkapnya.

Pelatih Pancawaluya Angkatan VII Letda Mar, Is Bani Amansyah, berpesan agar para siswa untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua. “Berbakti kepada orang tua itu nomor satu. Suatu saat nanti, kalau kalian sudah sukses, kabari pelatih. Dan, jangan pernah kecewakan orang tua kalian,” pesannya. (Ron/Rry)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |