ATR/BPN Gandeng STPN Percepat Restorasi Arsip Pascabencana

1 day ago 14

MEDAN – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk mempercepat restorasi arsip pertanahan pascabencana di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang. Dukungan dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan–Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) yang melibatkan taruna/i STPN.

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, menegaskan keterlibatan taruna/i merupakan bagian penting dalam menjaga keberadaan dan keberlanjutan dokumen negara.

“Ketika kalian membantu merestorasi arsip pascabencana, sejatinya kalian ikut menjaga ingatan negara dan memastikan pelayanan pertanahan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Awaludin dikutip Radar Sukabumi pada halaman resmi website Kementerian ATR/BPN saat menyambut taruna/i di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (10/02/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Mego Pinandito, Kepala Kantah Kota Langsa Dedi Rahmat Sukarya, sejumlah pejabat administrator di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, serta para Kepala Kantah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Mewakili Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Awaludin menerima sekaligus menyerahkan 30 taruna/i STPN untuk melaksanakan KKNP-PTLP. Restorasi arsip dilakukan dengan lokasi kerja sementara di Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh.

“Insyaallah dalam empat bulan ke depan, taruna/i dapat menyelesaikan restorasi arsip terdampak bencana,” katanya.

Ia menjelaskan, arsip pertanahan bukan sekadar tumpukan dokumen, tetapi memuat nilai sejarah, hak, dan keadilan bagi masyarakat. Melalui program ini, taruna/i STPN akan membantu pemulihan arsip pertanahan sepanjang kurang lebih 780,6 meter linier.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses pemulihan wilayah pascabencana. Menurutnya, selain restorasi arsip, ke depan akan dilaksanakan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat untuk menghimpun kembali arsip yang tidak dapat diselamatkan serta melakukan verifikasi fisik bidang tanah.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto, menegaskan komitmennya mendampingi para taruna selama bertugas. Pendampingan mencakup bimbingan teknis, penyediaan ruang praktik terbaik, serta dukungan penuh agar pelaksanaan program berjalan optimal.

“Kami akan memastikan para taruna dibimbing secara maksimal agar memperoleh pengalaman praktik yang berkualitas selama bertugas di wilayah Sumatera Utara dan Aceh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, menyerahkan bantuan dua unit alat ukur berupa satu unit Total Station dan satu set Real-Time Kinematic Global Navigation Satellite System (RTK GNSS) kepada Kanwil BPN Provinsi Aceh. Bantuan ini diharapkan mendukung kegiatan pengukuran serta pemulihan data pertanahan di wilayah terdampak bencana, pungkasnya. (Den)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |