Dualisme KNPI, Abi Kholil: Pemuda Kota Sukabumi Kehilangan Arah

3 hours ago 5
Ketua Laskar Fisabilillah, Abi Kholil, menyoroti krisis kepemimpinan pemuda akibat dualisme KNPI Kota Sukabumi. Ia menegaskan perlunya reformasi agar KNPI kembali ke khitah sebagai pemersatu pemuda.

SUKABUMI – Ketua Laskar Fisabilillah, Abi Kholil, menyoroti tajam polemik dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kota Sukabumi. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan krisis kepemimpinan di kalangan pemuda yang lebih mengedepankan perebutan legitimasi dibandingkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Abi menilai konflik yang terjadi bukan sekadar dinamika organisasi, melainkan sudah mengarah pada perpecahan yang berpotensi menghambat peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah. “Fenomena ini menunjukkan bahwa orientasi sebagian elit pemuda bergeser. Yang seharusnya fokus pada pengabdian dan pemberdayaan, justru terseret pada konflik internal dan perebutan pengakuan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dugaan adanya kepentingan dalam pengelolaan anggaran, khususnya dana hibah pemerintah, yang menjadi salah satu pemicu munculnya dualisme tersebut. Bahkan, pencairan anggaran kepada salah satu kubu di tengah status kepengurusan yang belum jelas dinilai berisiko secara hukum. “Kalau anggaran negara disalurkan dalam situasi dualisme tanpa dasar yang kuat, ini berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Pemerintah harus sangat berhati-hati dan tidak terjebak dalam konflik internal organisasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Abi menilai KNPI saat ini telah kehilangan arah sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan. Alih-alih menjadi ruang pembinaan dan laboratorium kepemimpinan, KNPI justru terjebak dalam stagnasi akibat konflik berkepanjangan. “Energi habis untuk saling klaim keabsahan. Ini jelas menghilangkan esensi KNPI sebagai motor penggerak pemuda,” ungkapnya.

Abi menambahkan, kondisi di daerah tidak lepas dari konflik serupa di tingkat pusat yang hingga kini belum menemukan titik temu. Banyaknya versi kepengurusan justru memperparah kebingungan di tingkat bawah dan melemahkan legitimasi organisasi di mata publik. “Ketika di pusat saja tidak solid, dampaknya pasti sampai ke daerah. Publik jadi bingung, mana yang sah dan mana yang tidak,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi ini tidak mencerminkan wajah pemuda Sukabumi secara keseluruhan. Abi menyebut masih banyak pemuda yang bergerak nyata di masyarakat tanpa terlibat dalam konflik organisasi. “KNPI hari ini tidak mewakili wajah para pemuda. Banyak pemuda yang tetap berkarya, berkontribusi, dan membawa perubahan tanpa harus terjebak dalam konflik seperti ini,” tegasnya.

Abi mendorong adanya reformasi menyeluruh di tubuh KNPI, baik dari sisi kepemimpinan maupun pola pikir organisasi, agar kembali menjadi wadah persatuan dan bukan sumber perpecahan. “Sudah saatnya ada pembenahan serius. KNPI harus kembali ke khitahnya sebagai pemersatu pemuda, bukan justru menjadi sumber konflik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini terjadi dualisme kepengurusan DPD KNPI Kota Sukabumi yang dipimpin oleh Nurul Jaman Hadi dan Tantan Sutandi. Keduanya saling mengklaim memiliki surat keputusan (SK) yang sah. Bahkan, salah satu kubu berencana menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat.(ris/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |