Suasana di salah satu destinasi wisata kawasan Ciletuh
SUKABUMI – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi resmi meluncurkan langkah strategis untuk membenahi sektor pariwisata daerah melalui forum bertema Transformasi Tata Kelola Kepariwisataan Berbasis Kawasan yang Terintegrasi.
Acara ini digelar di Aula Destinasi Wisata Alam OASiS, belum lama ini, dan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga mitra kerja.
Forum tersebut bertujuan merumuskan arah pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa transformasi tata kelola bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan standar layanan publik.
“Pengelolaan kawasan wisata yang terintegrasi menjadi kunci dalam menciptakan destinasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam diskusi itu, Ali menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dan lintas sektor sebagai fondasi utama membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti penguatan kapasitas sumber daya manusia agar pelayanan wisata semakin berkualitas, serta digitalisasi layanan yang mencakup promosi, reservasi, sistem pembayaran, hingga penggunaan electronic gate. Prinsip keberlanjutan turut menjadi perhatian, dengan penerapan pola pengelolaan yang menjaga kelestarian alam dan budaya.
Salah satu poin krusial adalah kerja sama dengan mitra strategis seperti Jasa Raharja Putra. Saat ini, perlindungan wisatawan telah berjalan di enam destinasi unggulan, di mana setiap pengunjung otomatis mendapatkan jaminan asuransi.
Ke depan, sistem ini akan dikembangkan menuju digitalisasi penuh, termasuk penerapan pembayaran berbasis QRIS, pintu masuk elektronik, serta pengembangan website reservasi dan pembelian tiket daring.
Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pendapatan daerah, memberikan akurasi data kunjungan wisatawan, sekaligus mempermudah akses bagi pengunjung. Di akhir kegiatan, Ali Iskandar menegaskan bahwa keterbatasan di lapangan hanya bisa diatasi dengan kekompakan semua pihak.
“Dengan kolaborasi, keterbatasan dapat diatasi dan peluang dimaksimalkan demi kemajuan pariwisata Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.(den/d)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013597/original/031370100_1651622000-krists-luhaers-AtPWnYNDJnM-unsplash_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454271/original/095674700_1766555170-santa-1058671_1280.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)





