SUKABUMI — SMP Negeri 10 Kota Sukabumi kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi para pelajarnya melalui penyelenggaraan Pekan Kreativitas Siswa (Prankreas) yang digelar pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan sekolah yang setiap tahun dinanti karena mampu menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi bakat dan minat, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik.
Kepala SMPN 10 Kota Sukabumi, Nunung Nurjanah, mengungkapkan bahwa Prankreas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan internalisasi nilai budaya Sunda yang mulai pudar di tengah gempuran teknologi digital.
“Pekan kreativitas siswa Prankreas ini merupakan program unggulan SMPN 10 untuk menjadi media para murid dalam mengembangkan kreativitasnya. Tidak hanya di bidang seni, tetapi juga olahraga dan akademik. Alhamdulillah tahun ini kami mengambil tema Binekas Ada Sunda,” ujarnya.
Tahun ini, Prankreas mengangkat kembali kekayaan budaya Sunda yang dikemas dalam berbagai bentuk pertunjukan, seperti Siswa kelas VII menampilkan kaulinan sunda,
Kelas VIII menyuguhkan tembang sunda dan Kelas IX membawakan drama tembang sunda.
Antusiasme para siswa terlihat sejak pagi. Suasana halaman sekolah dipenuhi gelak tawa saat siswa memainkan permainan tradisional seperti engklek, sondah, dan oray-orayan. Nunung mengaku terharu melihat para pelajar begitu menikmati permainan yang sebagian besar sudah jarang diketahui anak-anak generasi sekarang.
“Anak-anak antusias sekali, terutama saat memainkan kaulinan Sunda. Mereka hafal dan memahami cara bermainnya, padahal zaman sekarang sebagian anak mungkin tidak mengenal kaulinan Sunda karena sudah tergantikan oleh gadget,” tutur Nunung.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, siswa dapat kembali merasakan kebanggaan sebagai urang Sunda dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Kaulinan Sunda itu tidak hanya permainan. Di dalamnya ada pembelajaran tentang kerja sama, saling menghargai, kedisiplinan, dan kejujuran. Begitu juga tembang dan drama tembangnya, semuanya sarat motivasi dan nilai karakter,” jelasnya.
Prankreas juga dirancang sejalan dengan Program Pancawaluya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini menekankan penguatan karakter, budaya, dan kesehatan pelajar.
Nunung menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mencapai delapan karakter lulusan yang dicanangkan pemerintah.
“Ini upaya kami membentuk karakter siswa. Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk mendukung program Pancawaluya sekaligus memperkuat kecintaan siswa pada budaya daerah,” katanya.
Nunung menambahkan tahun ini, Prankreas digelar di semester genap dan terbagi menjadi dua kategori kegiatan, yakni internal dan eksternal.” Intuk kegiatan internal melibatkan seluruh siswa SMPN 10 melalui berbagai perlombaan seperti lomba futsal, mini soccer, menulis aksara Sunda, solo vokal, menghias umbul-umbul,lomba poster dan berbagai lomba kreativitas lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk kegiatan eksternal melibat guru SD se-Semua kegiatan ini bertujuan memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan keterampilan di berbagai bidang.
Ditujukan sebagai ajang unjuk prestasi sekaligus promosi sekolah. Tahun ini, SMPN 10 hanya mengadakan lomba mini soccer yang diikuti oleh 11 tim dari sekolah dasar se-Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Nunung menegaskan bahwa kegiatan eksternal ini bertujuan memperkenalkan SMPN 10 sebagai sekolah yang aktif dan berprestasi, sekaligus meningkatkan minat siswa SD untuk melanjutkan pendidikan ke SMPN 10.
Selain sebagai ajang promosi, Prankreas diharapkan dapat memfasilitasi potensi siswa SMPN 10 agar berkembang secara optimal.
“Target kami adalah memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik. Ini penting agar mereka tumbuh menjadi pelajar yang percaya diri, kreatif, dan memiliki karakter kuat,” ujarnya.
Kegiatan Prankreas pun mendapatkan respon positif dari siswa, guru, hingga orang tua. Suasana sekolah tampak hidup dan penuh keceriaan, menandai komitmen SMPN 10 dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter, kreatif, dan berpijak pada budaya lokal.
Dengan adanya berbagai kegiatan ini, SMPN 10 berharap dapat terus menjadi sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang cerdas, berbudaya, dan siap menghadapi perkembangan zaman.(wdy)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378300/original/038655500_1760238476-IMG_8887_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391590/original/061742600_1761357910-Untitled.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391434/original/025274800_1761317947-shopee_2.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372885/original/007218900_1759803541-DYLLA_AGNESIA__MITA_SOEDARJO__RINI__RIA_LIRUNGAN.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5374781/original/040007900_1759903932-brfrfr.jpg)
