
SUKABUMI – SMPN 2 Gegerbitung kembali mendapat kepercayaan menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Para siswa dipercaya menjadi petugas upacara dalam momentum kemerdekaan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMPN 2 Gegerbitung. Tidak hanya menjadi ajang memperingati kemerdekaan, keterlibatan para siswa juga menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat gotong royong kepada generasi muda.
Kepala SMPN 2 Gegerbitung, Raden Herawati, mengaku bangga karena anak didiknya kembali dipercaya untuk menjalankan tugas dalam upacara peringatan kemerdekaan RI di tingkat desa.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di tengah masyarakat. Para siswa pun diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran berharga.
“Kami merasa bangga karena siswa SMPN 2 Gegerbitung kembali dipercaya menjadi petugas upacara pada peringatan kemerdekaan RI. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi anak-anak untuk belajar disiplin, tanggung jawab dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” ujar Raden Herawati.
Pelaksanaan upacara juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Paduan suara dalam kegiatan tersebut berasal dari SMA Mandiri, sementara para guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA turut hadir bersama masyarakat Desa Ciengang.
Bagi SMPN 2 Gegerbitung, keterlibatan siswa dalam upacara tersebut menjadi bukti bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata ketika siswa berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Semangat yang ditunjukkan para siswa SMPN 2 Gegerbitung dalam menjalankan tugas upacara juga sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan. Upacara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, guru, pelajar, dan warga.
Tokoh masyarakat setempat, Tita, mengatakan masyarakat memiliki rasa simpati dan penghargaan yang tinggi terhadap perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan zamannya. Salah satunya melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Kita sebagai masyarakat turut simpati dengan kemerdekaan Republik Indonesia karena orang-orang dulu sudah berjuang. Kita sebagai generasi muda harus mempertahankan kemerdekaan, salah satunya dengan gotong royong dan membantu masyarakat supaya Indonesia semakin sukses dan makmur,” ungkap Tita.
Sementara itu, Kepala Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Yudius Hidayat Bagja, menilai konsistensi pelaksanaan upacara kemerdekaan di tingkat desa menjadi cerminan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap makna kemerdekaan.
Ia menyebut kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang tumbuhnya rasa memiliki, kebersamaan, dan kesadaran untuk menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.
“Artinya masyarakat mulai memiliki kesadaran yang tinggi bahwa kemerdekaan itu adalah kebebasan bersama. Kaitannya dengan desa, masyarakat memiliki rasa memiliki dan kesadaran untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mengenang perjuangan para leluhur,” katanya.
Menurut Yudius, peringatan HUT ke-81 RI di Desa Ciengang juga menjadi momentum istimewa karena mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah.
Ia menggambarkan kegiatan tersebut sebagai pesta rakyat yang menjadi ruang silaturahmi tahunan. Warga dari berbagai penjuru desa berkumpul dalam satu tempat untuk merayakan kemerdekaan bersama.
“Ini adalah pesta rakyat. Secara tidak langsung masyarakat bersilaturahmi. Dari timur, utara, barat dan selatan berkumpul di desa setahun sekali. Ini menjadi momentum kebersamaan yang sangat penting,” tuturnya.
Setelah upacara bendera, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dilanjutkan dengan pesta rakyat. Berbagai hiburan dan kegiatan masyarakat disiapkan untuk memeriahkan suasana, mulai dari penampilan drumband hingga berbagai perlombaan yang digelar pada sore hari.
Kehadiran drumband turut menambah semarak perayaan kemerdekaan. Sementara perlombaan rakyat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan menikmati suasana perayaan secara bersama-sama.
Dengan melibatkan pelajar, guru, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap desa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama.(wdy)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)















