LISDA Diluncurkan, Pemkot Sukabumi Genjot Literasi Data Tanpa APBD

4 hours ago 5
Pemkot Sukabumi Genjot Literasi Data

CIKOLE — Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi (Stadiksi) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, terus berinovasi dalam memperkuat kualitas data daerah. Salah satu terobosan yang dihadirkan yakni, program LISDA atau Literasi Statistik Daerah.

Program ini, dirancang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik sekaligus memperkuat akurasi analisis data statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Kehadiran LISDA menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan data yang valid dan terintegrasi. Persiapan pelaksanaan LISDA dibahas dalam rapat yang digelar di ruang rapat Kantor Diskominfo Kota Sukabumi.

Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni mengatakan, pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan inovasi di tengah keterbatasan sumber daya. Sebab itu, LISDA menjadi bukti nyata bahwa inovasi tetap bisa berjalan tanpa bergantung pada anggaran daerah. “Kita buktikan bahwa anggaran bukan penghalang untuk mengoptimalkan sumber daya demi kemajuan daerah,” kata Endah kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/4).

Menurut Endah, semangat kolaborasi harus menjadi fondasi utama dalam setiap program pembangunan, termasuk dalam penguatan sektor statistik daerah. Rapat tersebut, dihadiri perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan, Badan Pusat Statistik, serta Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah. “Kehadiran berbagai pihak ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan LISDA ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Statistisi Ahli Muda pada Bidang Stadiksi Diskominfo, Zulkarnain memaparkan, LISDA mengusung konsep kolaborasi tiga pilar utama. Ketiga pilar tersebut meliputi masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan kalangan akademisi yang diharapkan dapat saling mendukung dalam penguatan literasi statistik. “Implementasi LISDA akan dilakukan melalui sejumlah kegiatan, di antaranya workshop daring bagi ASN untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan data,” ucapnya.

Selain itu, akan digelar pelatihan pengolahan dataset daerah bagi mahasiswa sebagai upaya melibatkan generasi muda dalam penguatan data statistik. Program ini, juga akan menghadirkan pojok literasi statistik yang dapat diakses masyarakat sebagai sarana edukasi dan peningkatan pemahaman data. “Dengan berbagai kegiatan tersebut, LISDA diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam membaca, memahami, dan memanfaatkan data secara tepat,” cetusnya.

Tidak hanya itu, peningkatan literasi statistik juga menjadi salah satu upaya strategis dalam menekan penyebaran informasi hoaks di masyarakat. Pemerintah Kota Sukabumi menilai, masyarakat yang memiliki literasi data yang baik akan lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar. “Melalui LISDA, diharapkan tercipta ekosistem data yang lebih kuat, akurat, dan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah,” tukasnya. (Bam)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |