SUKABUMI — Ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA se-Kota Sukabumi tahun 2026 berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Kota Sukabumi ini dipusatkan di SMA Hayatan Thayyibah, Selasa (28/4/2026), dengan melibatkan 153 peserta dari sekolah negeri dan swasta.
Ajang tahunan ini menjadi panggung ekspresi bagi ratusan pelajar untuk menampilkan kreativitas terbaik di bidang seni. Ketua MGMP Seni Budaya SMA Kota Sukabumi, Linda Herlina, mengungkapkan bahwa pelaksanaan FLS3N tahun ini tetap mengacu pada tema dan petunjuk teknis dari tingkat nasional yang diturunkan ke provinsi hingga kota. Namun, terdapat dinamika menarik, salah satunya peningkatan partisipasi sekolah swasta serta penunjukan SMA Hayatan Thayyibah sebagai tuan rumah.
“Pelaksanaan di tingkat kota tetap mengacu pada provinsi dan nasional, namun tahun ini ada perbedaan tempat dengan melibatkan sekolah swasta. Partisipasi sekolah swasta juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, FLS3N 2026 mempertandingkan 16 cabang lomba yang terbagi dalam dua kategori, yakni seni pertunjukan dan seni penciptaan.
Untuk bidang seni pertunjukan, cabang yang dilombakan meliputi baca puisi, gitar solo, tari kreasi, teater monolog, menyanyi solo putra-putri, serta kreativitas musik tradisional. Sementara itu, bidang seni penciptaan mencakup cipta puisi, cipta lagu, desain poster, film pendek, komik digital, fotografi, jurnalistik, menulis cerpen, hingga kriya.
Sebanyak 153 peserta dari berbagai SMA negeri dan swasta turut ambil bagian dalam ajang ini. Di antaranya SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 Kota Sukabumi yang mengikuti seluruh cabang lomba, serta sejumlah sekolah lain seperti MAN 1, SMA Mardi Yuana, SMA IT Insani, SMA BPK, hingga SMAI Al Azhar 21 dengan jumlah cabang yang bervariasi.
Para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari kalangan civitas akademika, guru, dosen, seniman, serta profesional di bidang seni, sehingga kualitas penilaian diharapkan objektif dan kompeten.
Linda menambahkan, para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk melaju ke tingkat provinsi. Proses pembinaan akan dikembalikan ke masing-masing sekolah agar siswa dapat lebih fokus berlatih dengan dukungan penuh dari lingkungan sekolah.
“Harapannya, melalui ajang ini tidak hanya lahir siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang berkarakter, kreatif, dan mampu mengapresiasi seni budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa,” pungkasnya.(wdy)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482516/original/097675800_1769226563-IMG_3742.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500165/original/009970600_1770817333-1280x847.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494340/original/092829300_1770285248-0L5A4829.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468470/original/003241900_1767952076-LAURENT_DESIGN.jpg)

