Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Kinerja 2025, Mantapkan Arah Program Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2026

1 day ago 5

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menggelar Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program Tahun 2025 dan Penyusunan Rencana Kegiatan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menilai capaian kinerja selama satu tahun sekaligus merumuskan langkah kebijakan ke depan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menjelaskan bahwa evaluasi ini memiliki peran penting dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk mengukur dan mensinkronkan antara target dan capaian kegiatan, sekaligus mencari benang merah tindak lanjut terhadap berbagai kekurangan yang mungkin masih ada agar menjadi bahan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Novian menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat sejumlah program dan kegiatan yang dinilai paling berhasil dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan dan kebudayaan di Kota Sukabumi.

Beberapa program unggulan tersebut antara lain Program Revitalisasi Sekolah, yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, serta Program Digitalisasi Sekolah melalui bantuan Flat Panel Display dari Pemerintah Pusat yang mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Selain itu, Disdikbud Kota Sukabumi juga gencar melakukan sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun, yakni pendidikan dasar 12 tahun ditambah 1 tahun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang lebih siap secara akademik maupun karakter sejak usia dini.

Di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, Disdikbud melaksanakan berbagai pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Artificial Intelligence (AI) bagi guru, sebagai upaya menyesuaikan kompetensi pendidik dengan perkembangan zaman.

Tak hanya pendidikan, capaian di bidang kebudayaan juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, Kota Sukabumi berhasil menetapkan lima karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) tingkat Provinsi dan Nasional, yakni Uyeg, Mochi, Boles, Gotong Sisig, dan Gotong Lisung.

Selain itu, terdapat empat karya budaya yang telah ditetapkan sebagai WBTb Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, setelah melalui proses sidang pada Desember 2025, yaitu Upacara Payung Agung Mapag Tamu Agung, Penca Aliran Sang Maung Bodas, Golok Kala Petok, dan Lisung Ngamuk.

Di bidang pelestarian cagar budaya, sejumlah Bangunan Diduga Cagar Budaya telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya peringkat Kota dan sedang dalam proses penetapan peringkat Nasional, di antaranya Balai Kota Sukabumi, Gereja Sidang Kristus, serta Rumah Pengasingan Hatta–Sjahrir.

Kota Sukabumi juga semakin dikenal secara nasional bahkan internasional melalui kiprah komunitas dan pelaku ekonomi kreatif budaya, seperti Ponpes Modern Al-Fath, Sukuraga, Batik Lokatmala, dan Mochi Lampion. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah lembaga dan komunitas seni budaya lokal yang telah terstandarisasi.

Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Kasundaan melalui program Gapura Panca Waluya juga terus diinternalisasi secara bertahap pada jenjang pendidikan dasar sebagai strategi menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Novian menegaskan bahwa seluruh target kinerja yang ditetapkan pada awal tahun 2025 berhasil tercapai. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai faktor pendukung, di antaranya kolaborasi lintas bidang, kerja sama dengan berbagai stakeholder, dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah, serta dukungan pimpinan daerah dalam menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat.

Namun demikian, ia juga mengakui masih terdapat ruang perbaikan, khususnya dalam Program Revitalisasi Sekolah. Menurutnya, ke depan diperlukan dukungan data yang lebih kuat dan akurat agar semakin banyak sekolah yang dapat memperoleh bantuan, sehingga Standar Pelayanan Minimal (SPM) sarana dan prasarana pendidikan dapat segera tercapai secara merata.

“Program-program yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Sukabumi. Hal ini tercermin dari Raport Pendidikan, di mana pada tahun 2024 Kota Sukabumi berada pada level Tuntas Pratama dengan skor 76,71, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi level Tuntas Madya dengan skor 80,64,” terangnya.

Prestasi siswa di tingkat Provinsi dan Nasional juga mengalami peningkatan. Di antaranya, Kanaya Lareina, siswa SMPN 1 Kota Sukabumi, yang berhasil meraih Juara Mendongeng FLS3N tingkat Provinsi Jawa Barat, serta Rudha Raiya dari SMPN 1 yang meraih Juara II Menulis Cerita FLS3N Jawa Barat.

Memasuki tahun 2026, Disdikbud Kota Sukabumi menetapkan sejumlah fokus dan prioritas utama, yakni Revitalisasi Sekolah, Program Wajib Belajar 13 Tahun, peningkatan kompetensi guru, serta pengisian jabatan kepala sekolah.

Berbagai inovasi baru juga direncanakan, antara lain mendorong guru berinovasi melalui media pembelajaran digital, pengembangan konten video budaya di media sosial, dokumentasi budaya berbasis multimedia, hingga pembelajaran budaya berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai-nilai Gapura Panca Waluya. Selain itu, akan dikembangkan kelas kreatif seni tradisi serta kolaborasi antara budaya dan teknologi.

Sejumlah program lanjutan dari tahun 2025 juga akan diperkuat pada 2026, seperti revitalisasi sekolah, Wajar 13 Tahun, serta pembinaan minat dan bakat siswa.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, Disdikbud akan melaksanakan pelatihan Pembelajaran Mendalam, pengelolaan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi ASN maupun Non-ASN, pengembangan komunitas belajar, pelatihan digitalisasi guru, serta pemberian GTK Award sebagai bentuk apresiasi.

“Dari sisi pendanaan, Disdikbud akan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kebudayaan, serta terus melakukan koordinasi untuk menarik anggaran revitalisasi sekolah dari berbagai sumber,” imbuhnya.

Ia berharap di tahun 2026 terjadi peningkatan mutu pendidikan yang lebih signifikan, ditandai dengan hasil Asesmen Nasional (AN) yang lebih baik serta terlaksananya Tes Kompetensi Akademik.

Kedepan ia juga menargetkan adanya peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, serta terlaksananya seluruh program prioritas nasional, seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi sekolah, peningkatan SDM guru, dan Program Profesi Guru.

“Pendidikan dan kebudayaan adalah investasi jangka panjang. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kami optimistis Kota Sukabumi mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya,” pungkasnya.(wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |