Bestari jadi Jalan Baru Tekan Pengangguran di Kota Sukabumi

3 hours ago 2
 Wakil Wali Kota Sukabumi, saat berkunjung ke SMAN 5 Kota Sukabumi.SOSIALISASI: Wakil Wali Kota Sukabumi saat berkunjung ke SMAN 5 Kota Sukabumi.

RADARSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja, termasuk melalui peluang bekerja ke luar negeri. Salah satu upaya yang didorong yakni Program Be Star International (Bestari) yang dijalankan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana mengatakan, program tersebut menjadi salah satu alternatif untuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan dan peluang pengembangan kawasan industri di Kota Sukabumi.

Menurutnya, hingga saat ini sudah sekitar 530 warga Kota Sukabumi diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri melalui program Bestari. Capaian tersebut menunjukkan bahwa akses pekerjaan tidak harus selalu bertumpu pada ketersediaan lapangan kerja di dalam daerah.

“Kita harus realistis. Sukabumi adalah kota kecil dengan keterbatasan lahan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan kawasan industri atau mendirikan pabrik-pabrik besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak,” ujar Bobby.

Bobby menilai, pembukaan akses kerja ke luar negeri harus dibarengi dengan penguatan kompetensi calon pekerja. Karena itu, pendidikan dan pelatihan menjadi bagian penting agar masyarakat Sukabumi memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global.

Salah satu langkah yang mulai dikembangkan yakni pendidikan tambahan Bahasa Jepang di SMAN 5 Kota Sukabumi bagi siswa yang memiliki minat mengikuti program kerja ke Jepang. Program tersebut diberikan sejak kelas 10 dan siswa yang lolos seleksi dapat mengikuti peluang keberangkatan setelah menyelesaikan pendidikan kelas 12.

Bobby menegaskan, program Bahasa Jepang tersebut bukan berarti SMAN 5 Kota Sukabumi berubah menjadi sekolah vokasi. Pendidikan itu merupakan tambahan atau topping untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa dan kesiapan menghadapi peluang kerja di luar negeri.

“Bukan berarti anak-anak Sukabumi harus meninggalkan daerahnya, tetapi kita ingin mereka memiliki pilihan, keterampilan, kompetensi, dan kesempatan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Menurut Bobby, penguatan program Bestari juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Sukabumi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Akses kerja ke luar negeri dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas pilihan karier bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Karena itu, membuka akses kerja ke luar negeri adalah salah satu strategi yang harus terus kita dorong,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesempatan bekerja ke luar negeri tidak dimaknai sebagai dorongan agar generasi muda meninggalkan Sukabumi. Sebaliknya, mereka diharapkan memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi modal untuk membangun masa depan, baik di dalam maupun di luar daerah.

“Dari Sukabumi, belajar untuk dunia. Melalui penguatan Bestari dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, Pemkot Sukabumi ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi dan pilihan yang lebih luas dalam menentukan masa depannya,” pungkas Bobby. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |