Dari Gelap ke Terang: KWH Mandiri Hadirkan Kemerdekaan Warga Sukabumi

1 hour ago 5
Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati besama Suryati (34) saat menyalakan KWH menandakan Listrik yang dipasang secara gratis langsung bisa digunakan

SUKABUMI — Di Kampung Cimaja, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi cahaya lampu kini menyinari rumah bambu sederhana milik pasangan Iwan Sunarya (48) dan Suryati (34). Setelah sebelas tahun bergantung pada listrik orang tua, keluarga ini akhirnya memiliki KWH sendiri melalui program Light Up The Dream PLN. Bagi mereka, sambungan listrik bukan sekadar penerangan, melainkan simbol kemerdekaan dari keterbatasan.

Rumah berdinding bambu berukuran dua kali lima meter itu menempel di bangunan orang tuanya. Di dalamnya, ruang tamu menyatu dengan dapur, sementara kamar tidur hanya satu. Anak semata wayang mereka kini bisa belajar dengan tenang di bawah cahaya lampu, tanpa harus berbagi listrik dengan tiga kepala keluarga lain yang tinggal di rumah orang tua.

Perjalanan menuju rumah Iwan tidak mudah. Jalan terjal, naik turun, dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan rasa syukur yang mendalam. “Dulu kami hanya menempel listrik orang tua. Rasanya serba terbatas, tidak bebas. Sekarang lebih leluasa, anak bisa belajar dengan terang, kami bisa masak tanpa khawatir,” ucap Iwan dengan mata berbinar.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati saat berbicang dengan penerima mamfaat

Suryati menambahkan, listrik membuka peluang usaha kecil di rumah. “Saya bisa menjahit, semoga nanti bisa menjahit kalau sudah ada modal. Sekarang tanpa takut gelap. Anak pun senang, rumah jadi lebih hidup,” katanya sambil tersenyum.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menjelaskan bahwa program Light Up The Dream merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan energi berkeadilan. “Light Up The Dream bukan hanya menyalakan lampu, tapi menyalakan harapan. Tahun 2025, ada 356 penerima manfaat di Sukabumi, terdiri dari 56 di kota dan 289 di kabupaten,” jelasnya.

Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik mandiri. Mekanisme penerima manfaat dilakukan melalui survei lapangan dengan melibatkan desa, camat, dan lurah. “Kami pastikan penerima manfaat benar-benar memenuhi kriteria. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak,” tambah Eka.

Momentum penyaluran program ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan.

Sebelumnya General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus dirasakan semua lapisan masyarakat.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati saat memberikan bantuan

“Setiap sambungan listrik adalah awal dari mimpi baru. Kami ingin masyarakat lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Program ini sejalan dengan komitmen PLN menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Bagi Iwan dan keluarga, listrik adalah simbol merdeka dari kegelapan, merdeka dari ketergantungan, dan merdeka untuk menata masa depan. Kini,  menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Anak-anak pun bahagia karena bisa belajar dengan terang.

Selain meningkatkan rasio elektrifikasi, program ini juga menjadi bagian dari pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya akses listrik, masyarakat di pelosok dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman, produktif, dan nyaman.

PLN menegaskan bahwa setiap sambungan listrik bukan hanya menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan, mimpi, dan masa depan Indonesia yang lebih maju. Semangat “Energi untuk Indonesia Maju” menjadi kompas bagi PLN untuk terus menghadirkan terang hingga pelosok negeri.(*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |