UMMI Resmi Lepas Mahasiswa KKN 2026 untuk Pengabdian di Sukabumi dan Cianjur

3 hours ago 9
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

KKN UMMI 2026

Sukabumi – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) secara resmi melepas 720 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 pada Senin (06/07/2026). Mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Berkarya dengan Aksi”, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di sejumlah wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, hingga Kabupaten Cianjur melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Pelepasan peserta KKN dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, S.H., M.M., Sekretaris Bapperida Kabupaten Sukabumi Yuki Ramdan Priana, S.STP., M.A.P., Sekretaris DPMD Kabupaten Sukabumi Andriyansah Subandi, S.TP., M.Si., Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Alpian, S.E., jajaran pimpinan UMMI, dekan, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI, Dr. Jujun Ratnasari, M.Si., mengatakan KKN merupakan bagian dari kurikulum akademik yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“KKN bertujuan agar mahasiswa dapat mengasah kemampuan bersosialisasi, berkolaborasi, meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat serta memaksimalkan potensi yang dimiliki desa,” ujar beliau.

Menurut beliau, KKN UMMI 2026 diikuti oleh 720 mahasiswa yang terbagi dalam lima skema. Sebanyak 703 mahasiswa diberangkatkan pada pelepasan tersebut, sementara peserta lainnya mengikuti KKN Muhammadiyah Aisyiyah dan KKN Internasional yang akan dilaksanakan pada waktu berbeda.

Program One Village One Department (OVOD) yang sebelumnya telah diluncurkan UMMI sebagai inovasi pengabdian kampus dan desa https://ummi.ac.id/sidang-terbuka-milad-ke-23-ummi-hadirkan-menteri-desa-luncurkan-inovasi-ovod-dan-satu-ummi/ menjadi skema terbesar dengan melibatkan 438 mahasiswa yang ditempatkan di 22 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Program ini berfokus pada penanganan stunting dan pengelolaan sampah. Selain itu terdapat KKN Sinergi yang melibatkan 148 mahasiswa di 10 desa Kecamatan Warungkiara dengan fokus pada mitigasi bencana, serta KKN Khusus yang mengintegrasikan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari Saresehan Program OVOD yang memperkuat sinergi kampus dan desa untuk pembangunan berkelanjutan https://ummi.ac.id/3116-saresehan-program-ovod-ummi-perkuat-sinergi-kampus-dan-desa-untuk-pembangunan-berkelanjutan/

Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa juga diwajibkan menghasilkan laporan akhir dan video pemberdayaan masyarakat yang akan dikompetisikan hingga tingkat Jawa Barat dan Banten.

KKN UMMI 2026kegiatan Penyerahan Simbolis Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi Senin (6/7/2026) yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, S.H., M.M., mengapresiasi kontribusi UMMI dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengabdi kepada masyarakat.

“Mahasiswa akan belajar berkoordinasi, berkolaborasi, sekaligus mengabdikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah. Saya berharap seluruh peserta menjaga nama baik almamater, bersikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab selama berada di tengah masyarakat,” tutur beliau.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMMI Dr. Asep Muhamad Ramdan, S.E., M.M., mengingatkan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat. https://ummi.ac.id/ummi-lepas-mahasiswa-kkn-2026-siap-mengabdi-dengan-hati-dan-berkarya-dengan-aksi/

“KKN adalah kuliah kerja nyata. Berikan pengetahuan dan pengalaman akademik kepada masyarakat, petakan berbagai persoalan yang ada sehingga dapat menjadi dasar program pengabdian lanjutan oleh UMMI,” kata beliau.

Melalui program KKN 2026, UMMI berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang berdampak bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah. **

Read Entire Article
Information | Sukabumi |