Dahlan IskanSaya ditelepon Said Didu karena tokoh pergerakan itu ditelepon Febrie Ardiansyah. “Saya akan lawan,” ujar mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu kepada Said Didu seperti yang diceritakan kepada saya kemarin sore. Febrie Loblobly
Selebihnya saya belum bisa bercerita banyak. “Ia bilang bisa mempertanggungjawabkan semua yang selama ini dituduhkan kepadanya,” ujar Didu, mantan ketua alumni Universitas IPB Bogor itu.
“Kenapa Anda yang ditelepon?” tanya saya malu-malu mengapa kok bukan saya.
“Saya juga bertanya begitu kepadanya. Kenapa menghubungi saya. Ia bilang karena saya independen, tidak bisa dibayar oleh siapa pun,” ujar Didu.
“Dengan cara apa ia akan melawan?”
“Itu juga saya tanyakan. Katanya, akan melakukan praperadilan”.
“Persis dengan dugaan saya. Ia akan mempraperadilankan penetapannya sebagai tersangka; padahal belum pernah diperiksa sebagai saksi. Itu tidak sesuai dengan KUHAP yang baru”.
“Kata Febrie ia ini ternyata belum tersangka”.
“Lho kan sudah diumumkan?”
“Katanya tidak jadi ditetapkan sebagai tersangka. Itu hanya pengumuman”.
“Lalu apanya yang akan dipraperadilankan?”
“Penggeledahan itu”.
Kalau betul begitu berarti akan seru banget. Anda pasti mendukung perlawanan itu. Tidak ada motif lain selain agar semuanya lebih terbuka. Siapa tahu inilah momentum tipping point dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Dalam sidang praperadilan nanti, semuanya akan dibeberkan –kalau jadi. Jangan-jangan telepon itu hanya untuk menaikkan posisi tawar.
Melawan atau tidak saya harus menyebut nama satu ini: Ronald Lobloby, ketua Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK). Loblobky-lah yang melaporkan Febrie ke Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri.
Laporan itu dikirim 12 Juni 2025. Isinya langsung menyasar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Ardiansyah. Saat itu komandan satkornya masih dijabat Irjen Pol Cahyono Wibowo.

Ilustrasi tulisan Dahlan Iskan tentang rencana perlawanan Febrie Adriansyah.-Dibuat dengan AI-
Juni 2025 langit Jakarta lagi heboh-hebohnya kasus bensin oplosan Pertamina –yang akhirnya menyeret raja minyak Indonesia Riza Khalid dan anaknya. Febrie saat itu dielu-elukan karena mampu menersangkakan si raja minyak yang selama itu dikesankan tidak tersentuh.
Irjen Pol Cahyono tidak sampai 1,5 tahun menjabat di situ: Februari lalu ia pensiun. Selama ia menjabat tidak ada tanda-tanda Febrie diusut. Penggantinya, Irjen Pol Totok Suharyanto langsung tancap gas. Pengaduan Loblobly pun ditangani. Lalu bikin heboh luar biasa di tangan Irjen Pol Totok.
Saya menghubungi Loblobly kemarin dulu. Ia tinggal di Jakarta. Ternyata KOSMAK yang dipimpin Loblobly juga sudah pernah kirim laporan serupa ke KPK. Sudah tiga kali. Pun Boyamin Saiman dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).
KOSMAK sendiri terdiri dari empat LSM: Koalisi Sipil Selamatkan Tambang, Indonesia Police Watch, Tim Demokrasi Perjuangan Indonesia, dan Peradi Pergerakan.
“Nama Anda Ronald Lobloby atau Ronald Loblobly?”
Saya memang penasaran dengan nama yang tidak biasa itu. Di HP saya tercatat Loblobly. Di surat ke Mabes Polri tertulis Lobloby. “Itu typo. Yang benar Ronald Loblobly,” katanya.
“Itu diambil dari istilah dalam Alkitab?”
“Bukan. Itu nama marga,” katanya. Marga di pulau Tanimbar.
Ayahnya kelahiran Tanimbar, sebuah pulau di Maluku Tenggara tapi sudah lebih dekat ke Dili. Loblobly adalah marga para raja di Tanimbar masa lalu.
“Arti Loblobly adalah bendera yang berkibar tinggi di puncak tiang bendera,” katanya.
Ia sendiri lahir di Jakarta. Ibunya orang dari pulau Sabu nun di NTT –antara Sumba dan Timor, sudah lebih dekat ke Australia dari pada ke Jakarta.
“Pernah ke Tanimbar?”
“Belum pernah”.
“Haha… Tidak apa-apa. Perusuh Disway juga belum ada yang ke sana. Saya yang pernah Tanimbar”.
“Pernah ke kampung ibunda di Sabu?”
“Pernah. Waktu masih kecil. Sudah lupa. Jauh sekali”.
Loblobly punya darah aktivis. Ayahnya tergolong aktivis Angkatan 66 dari unsur Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Saat itu sang ayah kuliah di Institut Theologi –kemudian menjadi pendeta.
Selama kuliah di Perbanas Jakarta, Loblobly juga jadi aktivis tapi yang intra kampus. Lalu bekerja di perusahaan kontraktor sebelum akhirnya jadi aktivis antikorupsi.
“Saya akan kawal terus penanganan kasus ini,” ujar Loblobly. “Saya kan juga sudah mendengar Febrie akan melakukan perlawanan,” tambahnya.
Loblobly tidak pernah takut. Ia sudah sering diancam di soal laporan korupsi yang lain.
Saya yang justru takut: jangan-jangan telepon saya berdering. Tapi aman. Telepon saya selalu silent mode. (Dahlan Iskan)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516123/original/028970700_1772256659-Open_House_Lebaran.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)

