KESEHATAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, saat memaparkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menemukan ribuan warga terindikasi prehipertensi dan prediabetes.
SUKABUMI – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Sukabumi mulai membuka tabir persoalan kesehatan masyarakat yang selama ini luput dari perhatian. Dari puluhan ribu warga yang menjalani pemeriksaan, ditemukan ribuan kasus prehipertensi, obesitas sentral, hingga prediabetes yang berpotensi berkembang menjadi penyakit serius jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyebut capaian pelaksanaan CKG saat ini mencapai 2,44 persen dari total sasaran. Dari 113.274 warga yang mendaftar, sebanyak 70.224 orang telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan.
“Data hasil pemeriksaan ini menjadi bahan penting bagi kami untuk menentukan langkah lanjutan, baik melalui upaya promotif, preventif maupun kuratif,” ujarnya.
Menurut Masykur, program CKG bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan strategi pemerintah daerah dalam mendeteksi dini ancaman penyakit tidak menular yang terus meningkat setiap tahun. Layanan yang diberikan mencakup cek hemoglobin (HB), kolesterol, gula darah sewaktu (GDS), hingga tes kebugaran.
Hasil skrining menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Kasus prehipertensi tercatat sebanyak 3.427 orang (9,7 persen), obesitas sentral berdasarkan lingkar perut mencapai 8.299 kasus (21,84 persen), dan kondisi prediabetes ditemukan pada 1.694 warga (7,43 persen). Dari jumlah tersebut, 450 orang telah mendapatkan tindak lanjut medis.
“Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pola hidup tidak sehat mulai menjadi ancaman nyata. Kondisi prehipertensi maupun prediabetes sering tidak menimbulkan gejala, namun dapat berkembang menjadi hipertensi, diabetes, stroke, hingga penyakit jantung bila diabaikan,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan, program CKG kini tidak hanya dilakukan di Puskesmas, tetapi juga di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu. Bahkan, Dinas Kesehatan berencana memperluas layanan hingga ke klinik agar masyarakat semakin mudah mengakses pemeriksaan.
Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat. Dinas Kesehatan bersama Sekretariat Daerah (Setda) mulai melaksanakan program CKG di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan.
“Semakin cepat faktor risiko diketahui, maka penanganannya juga bisa lebih cepat dilakukan. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program CKG ini,” pungkas Masykur.(ndi/d)




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482516/original/097675800_1769226563-IMG_3742.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500165/original/009970600_1770817333-1280x847.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468470/original/003241900_1767952076-LAURENT_DESIGN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494340/original/092829300_1770285248-0L5A4829.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477851/original/004100400_1768883455-IMG_3806_1_.jpeg)



