Unggul di Jawa Barat, Kota Sukabumi Catat Realisasi Belanja Tertinggi

3 hours ago 4

Beranda KOTA SUKABUMI Unggul di Jawa Barat, Kota Sukabumi Catat Realisasi Belanja Tertinggi

KOTA SUKABUMI

Kota Sukabumi kembali menunjukkan performa positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat per 3 Juli 2026,

SUKABUMI – Kota Sukabumi kembali menunjukkan performa positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat per 3 Juli 2026, Kota Sukabumi mencatat realisasi belanja APBD tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Hingga awal semester kedua tahun anggaran, realisasi belanja daerah telah mencapai 51,59 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp1,195 triliun. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan program pembangunan berjalan sesuai target.

“Capaian ini menunjukkan roda pemerintahan berjalan efektif. Penyerapan anggaran yang tinggi berarti berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat direalisasikan lebih cepat. Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang menjaga ritme pelaksanaan program,” ujar Ayep Zaki, Selasa (7/7).

Tidak hanya unggul dalam realisasi belanja, Kota Sukabumi juga mencatat kinerja positif pada sisi pendapatan daerah. Laporan yang sama menunjukkan realisasi pendapatan daerah telah mencapai 51,02 persen, menempatkan Kota Sukabumi di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat, di bawah Kabupaten Majalengka.

Meski demikian, Ayep menegaskan pemerintah daerah tidak akan berpuas diri. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah untuk terus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta inovasi pelayanan publik.

“Saya meminta seluruh perangkat daerah memperkuat upaya peningkatan PAD. Semua potensi daerah harus dimaksimalkan agar pembiayaan pembangunan semakin meningkat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ayep menambahkan, tantangan ekonomi global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia menuntut pemerintah daerah bekerja lebih adaptif. Karena itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |