Dishut Jabar Perketat Risiko Karhutla, Data BPBD Terjadi 90 Karhutla Terbanyak di Sumedang

5 hours ago 5
KarhutlaILUSTRASI: Karhutla. (foto: Pixabay/net)

BANDUNG – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat terus memperketat dan melakukan upaya pencegahaan terhadap risiko terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Melansir laman Pemprov Jabar, Kepala Dishut Jabar Dodit Ardian Pancapana, menyatakan bahwa pihaknya (Dishut) kini menerapkan langkah pencegahan untuk menekan potensi karhutla sedini mungkin

“Kami bersama berbagai pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan, memantau kondisi tutupan hutan, menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meminimalkan risiko karhutla,” ujar Dodit, dikutip pada Selasa (18/8/2026)

Dodit menekankan bahwa peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mitigasi karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, hindari pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan, memastikan sisa api padam dengan sempurna, dan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.

“Jika menemukan indikasi atau titik api, masyarakat diharapkan segera melapor ke instansi terdekat,” tandasnya.

Lanjut Dodit, kewaspadaan ekstra ini krusial mengingat cuaca kering, curah hujan rendah, serta penurunan kadar air vegetasi membuat kawasan hutan dan lahan sangat rentan terbakar.

Sebagian besar kejadian karhutla di Indonesia akibat kelalaian dan aktivitas manusia. Dampak karhutla tidak hanya merusak vegetasi, tetapi mengancam habitat satwa liar, merusak kualitas tanah, mempercepat emisi gas rumah kaca, dan memicu asap yang menurunkan kualitas udara berdampak bagi kesehatan, pungkasnya.

Kesiapsiagaan diperkuat

Sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap karhutla, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, saat ini terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan antisipasi terjadinya karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali mengatakan, bahwa upaya yang dilakukan pihaknya yakni peningkatan pemantauan wilayah rawan kebakaran, penyebaran informasi peringatan dini, serta penguatan koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota serta TNI dan Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat

Selain itu BPBD juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kesiapsiagaan personel dan peralatan penanganan kebakaran juga terus diperkuat agar dapat melakukan respons cepat apabila terjadi/kejadian,” kata Teten.

Berdasarkan data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, terjadi 90 karhutla di 72 kecamatan di Jabar. Karhutla terbanyak terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang sebanyak 16 kejadian, Majalengka 11 kejadian dan Kabupaten Bandung 8 kejadian, ungkap Teten. (Ron/Hms)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |