GINN: Inovasi Aisyiyah Kabupaten Sukabumi Memperkuat Peran Ibu sebagai Madrasah Pertama

8 hours ago 5

Tetty Sufianty Zafar (Dosen UMMI/Pengurus Aisyiyah/Ketua Tim Program PKM RISETMU)

Kemampuan membaca Al-Quran merupakan landasan utama dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas anak-anak Muslim. Sejak zaman dahulu, tradisi belajar membaca Al-Quran telah menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga di Indonesia. Namun, realitas saat ini menunjukkan bahwa literasi Al-Quran anak-anak mulai menurun. Banyak anak usia sekolah dasar belum fasih membaca huruf hijaiyah, apalagi memahami tajwid dan makhraj dengan benar. Situasi ini menimbulkan tantangan besar bagi masa depan generasi Muslim.

Perubahan gaya hidup modern juga berdampak signifikan. Orang tua yang sibuk, dominasi perangkat digital, dan jadwal anak-anak yang padat telah mengurangi waktu kebersamaan keluarga. Banyak orang tua akhirnya menyerahkan pendidikan Al-Quran sepenuhnya kepada lembaga formal seperti TK (TPA) atau sekolah. Peran bimbingan Al-Quran di rumah perlahan memudar.

Namun, dari perspektif Islam, keluarga—terutama ibu—memegang posisi yang sangat strategis dalam pendidikan anak. Prinsip “al-ummu madrasatul ula” menekankan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Kedekatan emosional antara ibu dan anak merupakan aset penting dalam proses belajar. Anak-anak belajar lebih mudah ketika dibimbing langsung oleh orang yang paling dekat dan dicintai.

Sayangnya, banyak ibu kurang percaya diri untuk mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka sendiri. Beberapa merasa kemampuan membaca Al-Quran mereka tidak memadai, dan yang lain kurang memahami metode pengajaran yang tepat. Akibatnya, tradisi membaca Al-Quran bersama di rumah semakin jarang dilakukan.

Menanggapi situasi ini, Kabupaten Aisyiyah Sukabumi, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, meluncurkan inisiatif inovatif yang disebut Gerakan Ibu Mengajar Al-Quran (GINN). Program ini lahir sebagai upaya strategis untuk memperkuat peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga, khususnya dalam pendidikan Al-Quran.

Mengenal Gerakan Ibu-Ibu Pengajar Al-Quran (GINN)

GINN adalah gerakan pemberdayaan oleh ibu-ibu Aisyiyah yang berfokus pada peningkatan literasi Al-Quran anak-anak melalui dukungan langsung di rumah. Program ini bukan sekadar kegiatan membaca Al-Quran biasa, melainkan model pendidikan keluarga yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan.

Tujuan utama GINN adalah:

1. Meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran anak-anak sejak usia dini.

2. Memperkuat kapasitas ibu sebagai guru pertama di rumah.

3. Membangun budaya Al-Quran dalam keluarga.

4. Membentuk generasi yang dekat dengan Al-Quran dan dipenuhi dengan akhlak mulia.

Sasaran utama program ini adalah ibu-ibu Aisyiyah, kader di tingkat kecamatan dan cabang, serta anak-anak dari prasekolah hingga sekolah dasar. Dengan demikian, GINN adalah gerakan berbasis keluarga dan berbasis masyarakat.

Metode yang Sederhana dan Mudah Diterapkan

Salah satu kekuatan GINN adalah penggunaan metode pembelajaran yang sederhana, mudah diterapkan, dan ramah anak. Program ini menggabungkan beberapa pendekatan utama, termasuk:

Metode Iqra’, teknik bertahap untuk memperkenalkan huruf hijaiyah pada kemampuan melafalkan ayat-ayat.

Metode talaqqi-musyafahah, di mana anak-anak meniru bacaan ibu mereka secara langsung, menghasilkan pengucapan dan pelafalan yang lebih tepat.

Pendekatan pembelajaran berbasis permainan memungkinkan anak-anak untuk belajar dengan gembira tanpa merasa tertekan.

Pembiasaan harian, yang melibatkan melafalkan Al-Quran bersama ibu mereka selama 15–25 menit setiap hari.

GINN juga mencakup modul praktis, lembar kerja untuk anak-anak, dan instrumen evaluasi sederhana. Semua ini dirancang untuk memungkinkan para ibu, bahkan mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat, untuk dengan percaya diri mengajarkan Al-Quran.

GINN tidak mengharuskan para ibu untuk menjadi guru agama wanita profesional. Mereka hanya perlu sabar, konsisten, dan menjadi pendamping yang penuh kasih. Prinsipnya sederhana: belajar bersama anak Anda, tumbuh bersama Al-Quran.

Dampak Positif bagi Anak dan Keluarga

Implementasi GINN di berbagai komunitas Aisyiyah di Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Banyak perubahan positif mulai dirasakan, baik oleh anak-anak maupun ibu.

Bagi anak-anak, program ini telah memberikan dampak nyata dalam hal-hal berikut:

• Peningkatan kemampuan membaca Al-Quran secara bertahap.

• Peningkatan hafalan surah-surah pendek.

• Meningkatnya disiplin dan kecintaan terhadap Al-Quran.

• Meningkatnya etika membaca yang lebih baik.

Sementara itu, bagi ibu, GINN membawa manfaat signifikan dalam hal-hal berikut:

• Meningkatnya kepercayaan diri dalam mengajar Al-Quran.

• Meningkatnya kemampuan membaca Al-Quran dengan benar.

• Terjalinnya ikatan emosional yang lebih kuat dengan anak-anak.

• Meningkatnya kesadaran bahwa pendidikan Al-Quran dimulai dari rumah.

Secara lebih luas, GINN juga memperkuat peran Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam yang secara konsisten mempromosikan dakwah dan pendidikan keluarga. Program ini merupakan bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan dapat dicapai melalui saluran keagamaan praktis dan memiliki dampak langsung pada masyarakat.

Secara lebih luas, GINN juga memperkuat peran Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam yang secara konsisten mempromosikan dakwah dan pendidikan keluarga. Program ini merupakan bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan dapat dicapai melalui saluran keagamaan praktis dan memiliki dampak langsung pada masyarakat.

Menghidupkan Kembali Rumah sebagai Pusat Pendidikan Al-Quran

Inti dari GINN adalah untuk mengembalikan fungsi rumah sebagai pusat pendidikan utama. Di tengah pesatnya modernisasi, keluarga tidak boleh kehilangan peran strategisnya dalam menanamkan nilai-nilai Islam.

Melalui GINN, tradisi membaca Al-Quran bersama di rumah dihidupkan kembali. Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Quran tetapi juga belajar dari teladan ibu mereka. Hubungan ibu-anak menjadi lebih hangat, lebih religius, dan lebih bermakna.

Ke depannya, GINN diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model gerakan literasi Al-Quran berbasis keluarga. Semakin banyak ibu yang terlibat, semakin luas dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Sukabumi, Januari 2026,

Inisiator Program Gerakan Ibu Ngajar Ngaji (GINN) :

Dr. Tetty Sufianty Zafar, S.Ag., M.M

Hj.E.Dike Mariske SPd., M.P.Kim

Dr. R. Drs. Iqbal Noor, M.M.

Abielya Athaya, S.AB. (Team)

Husnul Khatimah Aulia (Team)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |