Zainul Munasichin: Dapur MBG Wajib Serap Hasil Pertanian Lokal

11 hours ago 2

SUKABUMI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto didorong menjadi pasar utama bagi hasil pertanian lokal.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, menegaskan dapur-dapur MBG wajib memanfaatkan produk pertanian dari petani setempat sebagai bentuk keberpihakan nyata negara kepada petani Indonesia.

Hal itu disampaikan Zainul saat menghadiri panen raya jagung manis madu bertajuk Harvest Festival di kawasan Takokak Kabupaten Cianjur dan Nyalgandung, Kabupaten Sukabumi, hasil kerja sama petani dengan PT Advanta serta pemanfaatan lahan HGU yang sebelumnya tidak produktif.

“Program MBG ini didesain sebagai pasar bagi petani. Hasil pertanian lokal, seperti jagung, sayur, dan komoditas pangan lainnya harus menjadi pemasok utama dapur-dapur MBG yang ada di daerah,” kata Zainul Munasichin kepada Radar Sukabumi pada Kamis (05/02/2026).

Menurut Zainul, panen raya jagung manis tersebut menjadi bukti konkret kebijakan Presiden Prabowo terkait pemanfaatan lahan HGU tidak terpakai untuk kepentingan rakyat, khususnya petani.

“Ini adalah wujud nyata arahan Presiden Prabowo bahwa tanah-tanah HGU yang tidak dimanfaatkan dapat digunakan oleh petani. Hari ini kita melihat hasilnya, petani mampu panen jagung berkualitas dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Zainul menjelaskan, keberadaan program MBG menjadi solusi atas persoalan klasik pertanian, terutama pada fase pascapanen. Selama ini, petani kerap dirugikan akibat ketidakpastian pasar dan anjloknya harga saat panen raya.

“Petani sering galau, setelah tanam siapa yang beli, takut harga jatuh. Dengan MBG, negara hadir sebagai pembeli. Ini penting agar petani tidak lagi merugi di pasca panen,” tegasnya.

Ia juga menilai tata kelola sektor pertanian di era Presiden Prabowo terus mengalami perbaikan, mulai dari pengadaan bibit hingga distribusi pupuk bersubsidi yang kini semakin tertata.

“Soal bibit dan pupuk, tata kelolanya sudah jauh membaik. Sekarang tantangannya tinggal memastikan hasil panen terserap pasar. MBG menjawab kebutuhan itu,” kata Zainul.

Selain itu, Zainul mendorong perluasan areal tanam melalui kerja sama berkelanjutan antara petani, BTPN, serta pendamping pertanian seperti BDA Tanta, dengan tetap mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Zainul juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, pertanian modern kini identik dengan teknologi dan profesionalisme.

“Pertanian sekarang sudah berbasis teknologi. Anak muda bisa bertani secara modern, tampil profesional, dan tetap keren. Regenerasi petani ini penting, karena kalau anak muda tidak mau bertani, siapa yang akan menyiapkan pangan kita ke depan,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara petani, pemerintah, dan program strategis nasional seperti MBG dapat memperkuat ketahanan pangan. “Iya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |