SMPN 13 Kota Sukabumi Pamer Kreativitas, PAKSI ke-17 Ditutup dengan Semarak Kearifan Lokal

9 hours ago 3

SUKABUMI – Pekan Aksi dan Kreasi Siswa (PAKSI) ke-17 yang digelar SMP Negeri 13 Kota Sukabumi resmi ditutup pada Rabu (3/2/2026) dengan penuh kemeriahan, kearifan lokal, dan unjuk prestasi para pelajar. Acara puncak yang dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 13 Kota Sukabumi, Asep Fajar Anshari, ini menjadi penutup rangkaian kegiatan PAKSI yang telah berlangsung sejak 26 Januari hingga 4 Februari 2026.

Selama pelaksanaan PAKSI, berbagai cabang lomba dan kompetisi digelar menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan bakat terbaik mereka. Pada puncak acara, sekolah memberikan penghargaan, piala, dan bingkisan bagi para juara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan capaian mereka.

Tak hanya itu, panggung PAKSI ke-17 juga dipenuhi sejumlah penampilan seni siswa, mulai dari atraksi karate, pencak silat, hingga pertunjukan story telling dan kesenian borangan yang disambut antusias para penonton.

“PAKSI ini menjadi momentum untuk menggali potensi yang dimiliki oleh anak-anak kami. Setiap tahun selalu ada kejutan baru dari kreativitas siswa,” ujar Asep.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang ditutup dengan kesenian sisingaan, tahun ini SMPN 13 memilih menampilkan kesenian kuda lumping sebagai penutup. Tarian tradisional ini menjadi simbol dinamika dan kekayaan seni budaya Nusantara yang ingin terus diperkenalkan kepada generasi muda.

“Kami ingin PAKSI selalu menghadirkan nuansa berbeda. Tahun lalu sisingaan, sekarang kuda lumping. Ini bentuk dinamika seni agar potensi anak bisa terus tergali dari berbagai bidang,” tambah Asep.

Asep menegaskan bahwa PAKSI juga menjadi ajang ekspos bagi SMPN 13 untuk menunjukkan daya saing sekolah, baik dalam aspek kreativitas maupun prestasi siswa.

“Target kami adalah potensi siswa semakin tergali dan masyarakat bisa melihat bahwa SMPN 13 terus berkembang, kreatif, dan berprestasi,” ujar Asep.

Penutupan juga terasa semakin bermakna karena dilakukan secara resmi oleh Pamong Budaya, Barkah Prapta, yang secara khusus memberikan apresiasi pada penyelenggaraan PAKSI ke-17.

Barkah Prapta menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam pendidikan.

“PAKSI ini bukan sekadar panggung seni, tetapi ruang internalisasi nilai-nilai kebangsaan, karakter, dan identitas lokal. Dari sini lahir generasi cageur, bageur, bener, dan pinter,” ujarnya, mengutip filosofi Gapura Panca Waluyah.

Ia menambahkan bahwa di tengah era digital, kreativitas, inovasi, dan visi masa depan harus berjalan berdampingan dengan moralitas dan budaya bangsa. PAKSI dianggap sebagai contoh konkret pembentukan karakter tersebut.

Barkah menyampaikan harapan agar penyelenggaraan PAKSI ke depan dapat dilakukan lebih besar dan lebih lama. Mereka juga mendorong kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan dan masyarakat.

“Penyelenggaraan PAKSI memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kami berharap dukungan berbagai pihak semakin meningkat agar kegiatannya semakin baik ke depannya,” kata Barkah.

Di akhir kegiatan, Barkah memberikan apresiasi khusus kepada para guru dan siswa yang tampil dalam pagelaran seni. Keterlibatan guru dalam berkreativitas dianggap sebagai teladan positif bagi siswa.

“Semua penampilan sangat baik. Saya apresiasi guru-guru yang mau turun panggung, berkreativitas bersama siswa. Ini contoh luar biasa dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.(wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |