Heri Gunawan: Ucapan Presiden Prabowo Soal Dolar Desa Strategi Politik Ekonomi

6 hours ago 4
Heri Gunawan Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus Anggota DPR RI, Heri Gunawan, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “orang desa tidak pakai dolar” sebagai strategi politik ekonomi untuk menenangkan masyarakat.

JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra, Heri Gunawan, angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “orang desa tidak pakai dolar.”

Pria yang akrab disapa Hergun ini menilai ucapan tersebut merupakan bagian dari strategi politik ekonomi yang bertujuan menenangkan psikologis masyarakat di tengah ketidakpastian global.

“Pernyataan Presiden Prabowo soal desa tidak pakai dolar itu sifatnya strategis untuk menenangkan masyarakat. Ini mirip ketika Bung Karno menyebut Indonesia dijajah 350 tahun demi membakar semangat persatuan. Poinnya, Presiden ingin menyatukan pandangan agar masyarakat tidak panik,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Legislator asal Dapil Jawa Barat IV ini mengingatkan bahwa Prabowo merupakan putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo dan cucu Margono Djojohadikoesoemo. Dengan latar belakang keluarga teknokrat, Presiden memahami ekonomi makro, namun memilih menggunakan bahasa merakyat agar mudah dicerna.

“Presiden Prabowo menggunakan bahasa rakyat, bukan teknokratis yang rumit. Beliau memilih narasi yang langsung menyentuh logika akar rumput untuk menurunkan tensi kecemasan,” jelasnya.

Ucapan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung dan Gudang Ketahanan Pangan di Nganjuk. Menurut Hergun, fokus utama Presiden di lapangan adalah memberikan apresiasi dan membakar semangat petani. Ia menilai pesan kuat yang ingin ditegaskan adalah bahwa kekuatan sejati ekonomi Indonesia berada pada ekonomi gotong royong di pedesaan.

“Ada pesan kuat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal. Ekonomi desa berbasis pertanian memiliki ketahanan tersendiri jika ekosistem lokal diperkuat,” ulasnya.

Hergun mencontohkan, saat Krisis Moneter 1998 sektor pertanian dan ekonomi desa justru menjadi bantalan ekonomi karena tidak berbasis valuta asing. “Dengan menekankan bahwa desa tidak membutuhkan dolar, pemerintah mendorong penguatan rantai pasok lokal,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menilai diskursus pelemahan Rupiah terhadap Dolar sering didominasi perspektif kelas menengah perkotaan. Dengan membawa isu dolar ke ranah kelakar santai, Presiden menunjukkan bahwa pemerintah tetap tenang dan situasi terkendali.(why)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |