Fimela.com, Jakarta - Kebiasaan kecil yang membuat hidup terasa lebih tenang dapat dimulai dari cara kamu menjalani rutinitas sehari-hari. Saat pikiran terus memikirkan pekerjaan, hubungan, masa depan, atau percakapan yang sudah berlalu, masalah sering terasa lebih besar daripada keadaan sebenarnya. Overthinking membuat kamu sibuk mencari jawaban atas hal yang belum tentu terjadi.
Kondisi tersebut tidak selalu muncul karena ada masalah besar. Pikiran dapat terus berputar ketika kamu terlalu lama menunda keputusan, membandingkan diri dengan orang lain, atau mencoba mengendalikan sesuatu yang berada di luar kendali. Karena itu, mengurangi overthinking tidak harus dimulai dari hal yang besar atau sulit.
Beberapa kebiasaan sederhana diketahui dapat membantu kamu memberi jeda pada pikiran dan kembali melihat keadaan yang sedang dijalani. Langkahnya dapat berupa menulis hal yang perlu dilakukan, membatasi penggunaan ponsel, menyelesaikan satu urusan dalam satu waktu, hingga memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak.
Jika saat ini kamu mulai sulit mengendalikan overthinkingmu, Fimela akan menghadirkan 8 kebiasaan mudah untuk membuat hidup jadi lebih tenang. Simak selengkapnya, kami hadirkan untuk kalian semua, Rabu (12/8).
1. Mulai Hari dengan Menentukan Satu Hal yang Perlu Diselesaikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318072/original/014836800_1786085928-7194130219501728591.jpeg)
Kamu tidak harus memikirkan semua urusan sejak bangun tidur. Pilih satu hal yang memang perlu diselesaikan hari itu, kemudian arahkan perhatian ke sana. Cara ini membantu pikiran memiliki tujuan yang jelas.
Jika semua pekerjaan dipikirkan bersamaan, kamu dapat merasa harus menyelesaikan semuanya sekaligus. Padahal, satu urusan yang selesai dapat menjadi langkah untuk melanjutkan urusan berikutnya.
Kebiasaan ini juga membantu kamu membedakan hal yang perlu dilakukan sekarang dan hal yang masih bisa menunggu. Saat pikiran mulai memikirkan banyak hal, kembali tanyakan apa yang memang perlu dikerjakan saat ini.
2. Berhenti Sejenak Sebelum Membalas Pesan
Pesan yang belum dibalas sering menjadi bahan pikiran bagi orang yang terbiasa memikirkan berbagai kemungkinan. Kamu mungkin bertanya apakah balasanmu sudah tepat atau mengapa seseorang belum menjawab.
Coba beri jarak sebelum membuat kesimpulan. Tidak semua pesan membutuhkan jawaban segera, dan tidak semua keterlambatan berarti ada masalah dalam hubunganmu dengan orang lain.
Jika pikiran mulai membuat cerita sendiri, kembali pada informasi yang benar-benar kamu miliki. Cara sederhana ini dapat membantu kamu mengurangi kebiasaan menebak maksud orang lain tanpa mengetahui keadaannya.
3. Tulis Pikiran yang Terus Berputar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5132022/original/031987800_1739435589-Menulis.jpg)
Saat satu persoalan terus muncul dalam kepala, tuliskan apa yang sedang kamu pikirkan. Tidak perlu membuat catatan panjang atau memakai format tertentu. Tuliskan saja persoalan, kekhawatiran, dan hal yang dapat dilakukan.
Menulis membuat kamu melihat persoalan dari luar kepala. Dari sana, kamu dapat membedakan antara masalah yang membutuhkan tindakan dan pikiran yang hanya berisi kemungkinan.
Kamu juga dapat menentukan waktu khusus untuk memikirkan persoalan tersebut. Cara ini digunakan dalam beberapa panduan mengatasi overthinking agar seseorang tidak terus membawa kekhawatiran ke setiap aktivitas.
4. Kerjakan Satu Hal dalam Satu Waktu
Kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus dapat membuat perhatian berpindah terus. Ketika pekerjaan belum selesai, pikiran sudah memikirkan urusan berikutnya sehingga kamu merasa tidak pernah benar-benar berhenti.
Coba pilih satu pekerjaan, selesaikan bagian yang dapat kamu kerjakan, lalu lanjutkan ke urusan lain. Kamu tidak perlu memikirkan seluruh pekerjaan sampai selesai sebelum mulai.
Kebiasaan kecil yang membuat hidup terasa lebih tenang dapat muncul dari cara mengatur perhatian. Ketika perhatian tidak terus berpindah, kamu memiliki ruang untuk menyelesaikan sesuatu tanpa menambah persoalan yang belum perlu dipikirkan.
5. Batasi Waktu Melihat Media Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227870/original/095342200_1747824429-steptodown.com663981.jpg)
Media sosial dapat membuat kamu terus melihat kehidupan orang lain, membaca pendapat, atau mengikuti berbagai informasi dalam waktu yang panjang. Jika dilakukan tanpa batas, aktivitas tersebut dapat membuat pikiran sulit berhenti.
Coba tentukan waktu tertentu untuk membuka media sosial. Setelah itu, letakkan ponsel dan lakukan kegiatan yang tidak membutuhkan layar, seperti berjalan, membereskan meja, membaca, atau berbicara dengan orang di sekitar.
Tujuannya bukan menghindari media sosial sepenuhnya. Kamu hanya perlu memberi ruang agar perhatian tidak terus mengikuti informasi dari luar ketika sebenarnya kamu sedang membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
6. Bedakan Hal yang Bisa dan Tidak Bisa Kamu Kendalikan
Overthinking sering muncul ketika kamu mencoba mendapatkan kepastian dari sesuatu yang belum dapat diketahui. Misalnya, kamu memikirkan pendapat orang lain, hasil keputusan, atau kejadian yang belum berlangsung.
Coba tanyakan kepada diri sendiri, apa yang bisa dilakukan sekarang. Jika ada tindakan yang dapat dilakukan, kerjakan satu langkah. Jika tidak ada, kamu dapat berhenti mencari jawaban untuk sementara.
Cara ini membantu kamu mengarahkan tenaga pada hal yang berada dalam jangkauan. Mengenali pola pikiran dan pemicunya juga menjadi langkah yang banyak disarankan dalam pembahasan mengenai cara mengurangi overthinking.
7. Sisihkan Waktu untuk Tidak Melakukan Apa-Apa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410363/original/013779700_1762930517-IMG-20251112-WA0042.jpg)
Tidak setiap waktu harus diisi pekerjaan, hiburan, atau percakapan. Kamu dapat menyediakan beberapa menit untuk duduk, minum, melihat sekitar, atau sekadar menarik napas tanpa membuka ponsel.
Jeda tersebut memberi kesempatan bagi kamu untuk menyadari apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan. Tidak perlu memaksa pikiran menjadi kosong karena pikiran memang akan terus muncul.
Jika muncul persoalan, cukup sadari lalu kembali pada kegiatan yang sedang dilakukan. Mengenali bahwa pikiran sedang berputar tanpa menyalahkan diri sendiri dapat membantu memberi jarak dari overthinking.
8. Akhiri Hari dengan Melepas Urusan yang Belum Selesai
Tidak semua pekerjaan harus selesai sebelum kamu beristirahat. Ada urusan yang memang perlu dilanjutkan pada hari berikutnya, sehingga kamu dapat mencatatnya agar tidak perlu terus mengingatnya.
Sebelum tidur, tuliskan beberapa hal yang perlu kamu kerjakan besok. Setelah dicatat, izinkan diri sendiri berhenti memikirkannya untuk sementara.
Kebiasaan kecil yang membuat hidup terasa lebih tenang bukan berarti semua masalah langsung selesai. Tujuannya adalah memberi batas antara waktu untuk menyelesaikan urusan dan waktu untuk beristirahat, sehingga kamu tidak terus membawa persoalan sepanjang hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Kecil yang Membuat Hidup Terasa Lebih Tenang
Apa yang harus dilakukan saat overthinking?
Saat overthinking muncul, berhenti sejenak dan kenali hal yang sedang dipikirkan. Setelah itu, tentukan apakah ada tindakan yang dapat dilakukan. Jika ada, pilih satu langkah. Jika tidak, alihkan perhatian pada kegiatan yang sedang dijalani.
Bagaimana cara agar tidak overthinking setiap hari?
Mulailah dengan mengenali pemicu pikiran yang berulang, mengatur waktu untuk memikirkan masalah, mengurangi distraksi, dan mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara bertahap.
Apakah menulis bisa membantu mengurangi overthinking?
Menulis dapat membantu kamu melihat isi pikiran secara lebih jelas. Kamu dapat mencatat masalah, hal yang dapat dikendalikan, dan langkah yang bisa dilakukan sehingga pikiran tidak hanya berputar di kepala.
Mengapa overthinking sering muncul pada malam hari?
Malam hari dapat membuat pikiran kembali pada kekhawatiran, percakapan, penyesalan, atau urusan yang belum selesai karena aktivitas harian sudah berkurang.
Bagaimana cara menenangkan pikiran sebelum tidur?
Kamu dapat mencatat urusan untuk esok hari, menjauhkan ponsel untuk sementara, melakukan kegiatan tanpa layar, dan memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti memikirkan pekerjaan.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322087/original/085013800_1786516077-brooke-cagle-uWVWQ8gF8PE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321894/original/073660200_1786508456-iWise_UK_Awarding_Photo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321874/original/029267600_1786507866-596d5299-d9bd-4aea-8a76-181915f45144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321151/original/060502100_1786430838-a2e17d6d-ae95-45df-80d0-0ac039ac5e7d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317285/original/014570900_1786008256-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5090144/original/084397400_1736572825-1736569495885_apa-itu-kepribadian-ambivert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320515/original/096437600_1786353501-Gemini_Generated_Image_z58yttz58yttz58y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320202/original/037490500_1786340508-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_14.03.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317832/original/067798800_1786074092-pexels-printproper-4539405.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316804/original/022765100_1785990050-Mengurangi_Jamur_pada_Tirai_Kamar_Mandi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1775893/original/058571200_1511178074-anakmagangcov.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315304/original/034100900_1785834086-Screenshot_2026-08-04_155540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315262/original/051381100_1785832617-Noda_Maskara_di_Baju_Putih.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315271/original/052649100_1785832822-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_11.05.31__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314957/original/036840800_1785818510-edabe9e3-5cc5-4feb-b890-397a764230d2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314895/original/054349900_1785812999-Gemini_Generated_Image_78n7ce78n7ce78n7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314838/original/083973200_1785808090-vitaly-gariev-o0-vvyfKA88-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314308/original/076241700_1785742858-efb7ddca-7d30-4f2e-8a8c-ca604aa2752c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310145/original/056237800_1785307767-watermarked_img_14786732038454840954.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)










