Alumni dan SMAN 3 Sukabumi ‘Tebar Kebaikan’ di Penutupan Pesantren Ekologi

8 hours ago 3

SUKABUMI — SMAN 3 Sukabumi menutup kegiatan Pesantren Ekologi yang berlangsung selama sepekan dengan rangkaian kegiatan edukasi lingkungan sekaligus aksi berbagi kepada masyarakat.

Penutupan kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari alumni, masyarakat hingga pihak sekolah.

Kepala SMAN 3 Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara mengatakan, Pesantren Ekologi merupakan program penguatan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai agama sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

“Wawasan agama tidak hanya ada di kepala, tetapi harus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga kebersihan ruang kelas, kamar, rumah, hingga lingkungan sekolah. Upaya kebersihan, penghematan energi, keindahan lingkungan, serta hidup sehat harus menjadi bagian dari kebiasaan siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pesantren Ekologi ini merupakan yang pertama di Jawa Barat dan menjadi bagian dari program baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Karena itu, implementasinya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pesantren kilat saja.

“Yang paling penting bukan hanya kegiatan sanlatnya, tetapi bagaimana implementasinya setelah itu. Baik di rumah maupun di sekolah, siswa harus menjadikan lingkungan seperti tubuhnya sendiri, sama-sama dijaga agar bersih, sehat, rapi, dan menyenangkan,” katanya.

Selama satu pekan kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai aktivitas berbasis lingkungan, di antaranya pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemilahan sampah anorganik untuk mendukung daur ulang, praktik penanaman tanaman di lingkungan sekolah, hingga program adopsi tanaman sebagai bentuk tanggung jawab berkelanjutan.

Pada kegiatan penutupan, SMAN 3 Sukabumi juga berkolaborasi dengan Ikatan Alumni SMAN 3 (IKA Smanti), Osis, RT/RW, masyarakat sekitar, KCD Wilayah V Jawa Barat, pengawas, serta komite sekolah untuk melaksanakan kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, santunan uang kepada anak yatim, serta bantuan kepada siswa dan tenaga pendidik di SMAN 3 Sukabumi.

“Selain dari alumni, di sekolah juga ada program Poe Ibu, di mana siswa dan guru menyisihkan sebagian rezekinya. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan,”jelas Dudung.

Ketua Umum IKA SMANTI, Novel Fajar Ristawan mengatakan, pihaknya turut berkolaborasi dalam kegiatan tersebut melalui program sosial bertajuk Nyaah Ka Adi yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Alhamdulillah kami diundang untuk berkolaborasi dalam penutupan sanlat sekaligus kegiatan Ramadan berbagi. Program Nyaah Ka Adi ini sudah dilaksanakan untuk yang kedelapan kalinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan titipan dari para alumni SMAN 3 Sukabumi yang dikumpulkan setiap bulan untuk membantu adik-adik yang masih menempuh pendidikan.

Saat ini, kata dia, SMAN 3 Sukabumi telah memiliki 39 angkatan alumni sejak tahun 1986 hingga 2025.

“Bantuan yang kami berikan berupa uang THR dan paket sembako. Total penerima bantuan hari ini ada 87 siswa, 20 masyarakat, 18 tenaga kependidikan, serta 20 anak yatim piatu,” jelasnya.

Novel berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan semakin banyak alumni yang terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu siswa maupun masyarakat sekitar sekolah.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 3 Sukabumi, Sapa Marwah, mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada IKA SMANTI, guru-guru, siswa, serta semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses,”pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |