Magister Pedagogi Nusa Putra Gelar Workshop Digital Storytelling

7 hours ago 10
Program Magister Pedagogi Universitas Nusa Putra menggelar Workshop Digital Storytelling di SMP Plus Luqmanulhakim, Cibadak

SUKABUMI – Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital terus dilakukan. Program Magister Pedagogi Universitas Nusa Putra menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Teknologi Pembelajaran: Workshop Pembuatan Digital Storytelling untuk Guru” pada 10–12 Juni 2026 di SMP Plus Luqmanulhakim, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini diikuti guru dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Cibadak dan Cicurug, di antaranya guru RA dan SMP Luqmanulhakim serta guru SDN Nyangkowek 2. Workshop menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Ketua Program Studi Magister Pedagogi, Dyah Lyesmaya, membuka kegiatan dengan materi “Theory to Practice Pedagogy”. Ia menekankan pentingnya menjembatani teori pendidikan dengan praktik nyata agar berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.

“Teori pendidikan harus hadir dan dirasakan manfaatnya di ruang kelas. Mahasiswa dan dosen perlu terlibat langsung dalam praktik nyata yang mampu memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Workshop menghadirkan Ati Susilawati sebagai narasumber utama, didampingi Assoc. Prof. Entit Puspita. Ati menjelaskan bahwa Digital Storytelling (DST) merupakan media pembelajaran yang menggabungkan cerita, gambar, ilustrasi, video, animasi, musik, dan narasi dalam format digital.

“Guru perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif agar siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai sarana belajar yang efektif,” jelasnya.

Menurut Ati, DST membantu siswa memahami materi melalui visualisasi dan alur cerita kontekstual. Selain meningkatkan motivasi belajar, metode ini memperkuat daya ingat, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari konsep DST, penyusunan tujuan pembelajaran, pembuatan storyboard, penulisan naskah, pemilihan aset visual, teknik perekaman suara, penggunaan aplikasi digital, hingga penyuntingan video dan presentasi karya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik langsung.Prof. Entit Puspita mengapresiasi semangat peserta. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat kompetensi digital guru sekaligus mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.

“Penguatan kompetensi guru merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap lahir lebih banyak inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital,” katanya.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMP Plus Luqmanulhakim, Satria Nurrajab Tanoedjiwa, beserta jajaran sekolah atas dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.(wdy/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |