SMPN 2 Kota Sukabumi Bidik Prestasi Nasional FLS3N Usai Raih Juara Provinsi

2 hours ago 6
 Tim Tari Kreasi SMPN 2 Kota Sukabumi dan Alisa Nuraini Zahiran peraih juara harapan 3 menulis cerpen berfoto bersama Plt Kepala Sekolah Arham dan Guru Seni Budaya sekaligus pembimbing Weni Nurlia Anggraeni usai meraih Juara II pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. (widi/radarsukabumi)

SUKABUMI – SMPN 2 Kota Sukabumi memasang target lebih tinggi pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun depan. Setelah sukses mengharumkan nama Kota Sukabumi di tingkat Provinsi Jawa Barat 2026, sekolah kini membidik tiket menuju tingkat nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Kota Sukabumi, Arham, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para siswa yang berhasil membawa pulang dua penghargaan pada FLS3N tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan karena kita bisa mengharumkan nama baik Kota Sukabumi. Mudah-mudahan prestasi ini menjadi pemicu untuk kegiatan-kegiatan lain agar semakin berprestasi, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional,” ujarnya.

Menurut Arham, FLS3N merupakan agenda tahunan yang selalu menjadi perhatian sekolah. Selama ini, SMPN 2 Kota Sukabumi juga dikenal sebagai salah satu sekolah yang konsisten meraih prestasi pada FLS3N tingkat Kota Sukabumi.

“Sesuai visi kami, ingin menjadi yang terunggul bukan hanya di tingkat kota, tetapi juga di tingkat provinsi. Minimal kami bisa mewakili Jawa Barat di tingkat nasional. Insya Allah tahun depan akan kami kejar target tersebut,” katanya.

Pada FLS3N Provinsi Jawa Barat 2026, kontingen SMPN 2 Kota Sukabumi berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Tim Tari Kreasi yang diperkuat Adelia Anggareni, Mutiara Dwily Marsela, Aqila Khanzafoya, Qaireen Azalea Merkelbach, dan Intania Kirana Sasti sukses meraih Juara II.

Sementara itu, Alisa Nuraini Zahiran menambah raihan prestasi sekolah setelah meraih Juara Harapan III pada cabang Menulis Cerpen.

Salah seorang anggota tim Tari Kreasi, Qaireen Azalea Merkelbach, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari latihan intensif selama sekitar satu bulan

“Kami sangat bahagia bisa mendapatkan juara. Persiapannya sekitar satu bulan, mulai dari menyiapkan properti, melatih mental, sampai latihan gerakan tari supaya kompak. Kami terus berlatih agar kekompakan dan chemistry tim benar-benar terbentuk,” ungkapnya.

Guru Seni Budaya sekaligus pembimbing lomba, Weni Nurlia Anggraeni, menjelaskan bahwa karya Tari Kreasi yang ditampilkan mengangkat tema Ngubek Lauk, tradisi masyarakat Sukabumi yang masih lestari hingga sekarang.

Menurutnya, tema tersebut dipilih karena selaras dengan ketentuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang mengusung tema tari rakyat.

“Secara keseluruhan tema dari Puspresnas adalah tari rakyat. Kami memilih budaya lokal Sukabumi, yaitu Ngubek Lauk. Ide ini muncul dari hasil diskusi bersama rekan saya, Pak Rizal, tentang budaya yang masih hidup di masyarakat Sukabumi dan layak diangkat ke panggung,” jelasnya.

Weni menambahkan, persiapan menuju tingkat provinsi dilakukan lebih matang dibandingkan saat berlaga di tingkat kota. Latihan difokuskan pada penyempurnaan gerakan tari, kekompakan antarpenari, hingga kesiapan properti yang digunakan selama penampilan.

Ia berharap prestasi yang diraih tahun ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat di bidang seni.

“Jangan cepat puas dengan hasil yang diraih. Tetap semangat berlatih, terus meningkatkan kemampuan, dan yang paling penting tetap solid sebagai sebuah tim,” pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |