BMPS Jabar Perkuat Pendidikan Swasta di Sukabumi lewat Coding dan AI

2 hours ago 3
Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jawa Barat bersama perwakilan BMPS Sukabumi Raya dan Cianjur berfoto bersama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BMPS Jawa Barat di SMA Al Azhar Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).(dok/radarsukabumi)

SUKABUMI – BMPS Jawa Barat terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan swasta. Salah satunya melalui pelatihan coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) BMPS Jawa Barat di Kota Sukabumi.

Kegiatan BMPS Jawa Barat tersebut berlangsung di SMA Al Azhar Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026). Rakor mengusung tema “Perkuat Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola Melalui Tour of Duty Menuju BMPS Jabar yang Bermanfaat dan Bermartabat.”

Kegiatan dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, jajaran pengurus BMPS Provinsi Jawa Barat, perwakilan perguruan swasta dari Sukabumi Raya dan Cianjur, serta sejumlah tamu undangan.

Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kegiatan tersebut juga memberikan pembekalan kepada peserta melalui pelatihan dasar coding dan Artificial Intelligence yang didukung Intel dan Acer.

Ketua BMPS Provinsi Jawa Barat Agus Sriyanta mengatakan perkembangan teknologi membuat kemampuan memahami coding dan AI semakin penting bagi dunia pendidikan.

Menurutnya, guru dan kepala sekolah perlu memiliki pemahaman terhadap teknologi agar mampu menyesuaikan proses pendidikan dengan perkembangan zaman.

Coding dan AI saat ini sudah menjadi harga mati. Kita sudah berdamai dengan coding dan AI. Guru dan kepala sekolah harus paham dan harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pelatihan coding dan AI merupakan bagian dari roadmap BMPS Jawa Barat dalam memperkuat sumber daya manusia.

Penguatan tersebut menyasar dua kelompok utama, yakni sumber daya manusia di tingkat penyelenggara pendidikan atau yayasan serta sumber daya manusia di tingkat pengelola pendidikan, terutama kepala sekolah dan guru.

Agus mengatakan program penguatan kapasitas tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kota Sukabumi. BMPS Jawa Barat menyiapkan program serupa di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat melalui sejumlah titik pelaksanaan.

Program tersebut diharapkan menjadi model awal yang dapat dievaluasi dan kemudian dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak sekolah swasta.

“Kami ingin sekali mengadakan pelatihan untuk semuanya. Ini mencoba menjadi role model dulu. Setelah pelatihan ini, insyaallah akan meng-upgrade sekolah-sekolah kita,” katanya.

Agus juga berharap peserta yang mengikuti pelatihan dapat melakukan pengimbasan kepada sekolah lain.

Dengan demikian, manfaat pelatihan coding dan AI tidak hanya dirasakan oleh peserta rakor, tetapi dapat berkembang ke lingkungan sekolah swasta yang lebih luas.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menilai penguatan pendidikan memiliki peran penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

Ia menyebut sejumlah persoalan seperti stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengangguran berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia yang salah satunya dibentuk melalui pendidikan.

“Untuk menyelesaikan ini semua, induk semangnya yaitu pendidikan. Jadi kalau induk semangnya berhasil, maka itu akan berhasil,” ujar Ayep.

Ayep mengajak para pengurus dan peserta kegiatan untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan.

Ia juga mengapresiasi langkah BMPS Jawa Barat yang mulai memperkuat kapasitas pengelola pendidikan melalui teknologi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi telah mengembangkan sistem berbasis coding dan AI.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan meluncurkan SUKASAI (Smart Artificial Intelligence).

“Nanti hari Selasa kita akan melakukan launching SUKASAI. Itu hasil coding dan AI,” kata Ayep.

Kehadiran SUKASAI menjadi bagian dari langkah Kota Sukabumi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Sementara bagi BMPS Jawa Barat, penguatan kemampuan coding dan AI di lingkungan sekolah swasta diharapkan dapat membantu guru dan kepala sekolah menghadapi transformasi digital.

Rakor dan pelatihan tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pendidikan, pengelola sekolah, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait.

Melalui penguatan tata kelola, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi digital, BMPS Jawa Barat berharap sekolah swasta semakin siap menghadapi kebutuhan pendidikan di era teknologi.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |