SUKABUMI – Kabar bahagia datang dari keluarga Mohammad Bagas Saputra warga Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Setelah mengalami penyekapan dan penyiksaan di Kamboja akibat jadi korban perdagangan manusia atau human trafficking, ia akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarganya dengan selamat.
Kabar bagaia sekaligus mengharukan ini, disampaikan langsung oleh kakak korban, Angga. Ia mengaku, kepulangan Bagas berkat bantuan dari Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB Zainul Munasichin.
Bagas menceritakan, adiknya tersebut awalnya berangkat dari Sukabumi untuk bekerja di salah satu perusahaan ikan pelayaran antar negara. Namun di tengah jalan, di salah satu negara di China tepatnya Kota Sanghai karena ada masalah dengan warga lokal. “Setelah itu, adik saya izin lagi yang kedua kalinya untuk menjadi ABK kembali. Tapi di tengah jalan, ternyata adik saya malah ke Vietnam.
Setelah sampai di Vietnam, nasib Bagas malah semakin parah. Ia diperjual belikan ke Kamboja. Keluarga sempat mendapat kabar bahwa Bagas akan pulang pada Agsutus 2025. Tapi ternyata, dia malah terjebak dan mendapat penyiksaan dengan kondisi menghawatirkan. Tangan dan kaki diikat tambang (disatukan), lalu disetrum dan dicambuk. Bahkan saat video call, ada nada ancaman mata adik saya akan dicongkel dan tangannya dipotong,” bebernya.
Para pelaku pun meminta tebusan dan denda Rp 40 juta karena Bagas tidak mencapai target. Karena pihak keluarga tidak memiliki uang, korban pun akhirnya diperjual belikan dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
“Pihak keluarga terus mencari keberadaannya, akhirnya adik saya memberi kabar sudah dijual lagi ke perusahaan lain. Dari situ saya minta sharelok serta alamat detailnya,” lanjut Angga.
Setelah mendapat informasi yang diperlukan, pihak keluarga langsung melaporkan ke pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Setelah ada laporan tersebut, Bagas berhasil diamankan pihak kepolisian Kamboja selama kurang lebih 1 bulan lebih dan akhirnya sekarang sudah bebas.
“Saya mewakili keluarga mengucapkan beribu terimakasih kepada Bapak Zainul Munasichin yang sudah mengawal dan membatu kepulangan adik saya. Alhamdulillah dari mulai tiket dan penjemputan sampai ke rumah, semuanya dibantu,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB Zainul Munasichin mengaku setelah mendapat laporan terkait ada warga Kota Sukabumi yang menjadi korban TPPO di Kamboja, langsung melakukan koordinasi dengan pihak KBRI.
“Kami sebelumnya meminta keterangan dari pihak keluarga prihal kronoligisnya seperti apa. Setelah semuanya cukup, kami langsung berkoordinasi dengan pihak KBRI di Kamboja dan Alhamdulillah pada Sabtu, 30 Agustus 2025 berhasil dipulangkan dan pada Minggu dinihari sudah sampai di Sukabumi,” tuturnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah terbujuk dengan iming-iming gaji besar untuk bekerja di luar negeri. Telusuri dahulu dari mulai administrasi perusahaan yang memberangkatkan sampai negara tujuan.
“Saya menghimbau kepada masyarakat yang mau bekerja di luar negeri, lebih baik menggunakan jalur resmi. Kalaupun dalam perjalanannya ada yang mempersulit, silahkan laporkan kepada kami. Insyaallah kami akan bantu,” pintanya.(*)