Bawa Meteran Saat Sidak, Wali Kota Pastikan Proyek Kecamatan Gunungpuyuh Tidak Asal Jadi

8 hours ago 5
 Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki saat sidak proyek kantor Kecamatan Gunungpuyuh. (Dok.Radar Sukabumi)SIDAK: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki saat sidak proyek kantor Kecamatan Gunungpuyuh. (Dok.Radar Sukabumi)

RADARSUKABUMI.COM – Pembangunan fasilitas publik di Kota Sukabumi mendapat pengawasan langsung dari Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Bukan sekadar melihat progres pekerjaan, ia bahkan turun membawa meteran untuk memastikan ukuran dan spesifikasi bangunan sesuai dengan perencanaan.

Sikap itu ditunjukkan saat Ayep Zaki kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh. Sidak tersebut menjadi kunjungan kelima yang dilakukannya ke proyek tersebut.

Di lokasi, Ayep memeriksa sejumlah bagian bangunan, mulai dari ketebalan tiang struktur hingga material yang digunakan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menurut Ayep, kualitas pembangunan fasilitas publik tidak boleh hanya dilihat dari tampilan akhir. Setiap ukuran, volume dan material yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan karena bangunan tersebut nantinya digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan Sukabumi kudu hade. Tidak boleh ada volume pekerjaan yang dicuri atau dikurangi satu milimeter pun dari RAB,” tegas Ayep, dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi, Rabu (2/9).

Ia menekankan, fasilitas publik yang dibangun me/nggunakan anggaran pemerintah merupakan hak masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan harus dikerjakan secara profesional dan mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek.

Dalam sidak tersebut, Ayep juga menaruh perhatian pada konstruksi struktur bangunan. Ia meminta kolom beton dikerjakan secara presisi dengan ukuran minimal 40 sentimeter serta memastikan penggunaan rangka atap baja ringan yang dinilai lebih tahan terhadap serangan rayap.

“Struktur harus kokoh dan tahan lama. Kita ingin bangunan ini kuat, bukan hanya untuk beberapa tahun, tetapi insyaallah bisa bertahan sampai 100 tahun,” katanya.

Bagi Ayep, pengawasan pembangunan tidak cukup dilakukan melalui laporan administratif. Pemeriksaan langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis.

Karena itu, ia memastikan pengawasan terhadap pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh akan terus dilakukan hingga proyek tersebut rampung dan siap digunakan masyarakat.

Ayep juga mengingatkan para pelaksana proyek agar tidak bermain-main dengan kualitas pekerjaan. Menurutnya, kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah harus memiliki komitmen terhadap mutu dan tanggung jawab terhadap penggunaan anggaran publik.

“Kalau ada pelaksana yang main-main atau mengerjakan asal-asalan, tidak akan kita berikan ruang untuk mengerjakan proyek apa pun di Kota Sukabumi,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh dapat menjadi contoh bahwa fasilitas publik di Kota Sukabumi harus dibangun dengan standar kualitas yang baik, sehingga aman, nyaman dan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |